Menanggapi belum adanya kepemimpinan baru di DPW PAN NTB, Haji Maman menegaskan seluruh keputusan sepenuhnya berada di tangan DPP PAN.
"Semua ini sifatnya top-down. Keputusan ada di DPP. Kita menunggu bagaimana langkah DPP memperbaiki struktur organisasi ke bawah. Tetapi jangan juga terlalu lama dibiarkan seperti ini. Harusnya DPP segera menunjuk Plt agar konsolidasi partai bisa berjalan," ujarnya.
Menurutnya, figur yang layak memimpin PAN NTB harus memiliki integritas, pengalaman organisasi, kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai kalangan, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membesarkan partai.
Ia juga menilai keberadaan kantor permanen DPW PAN NTB menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diwujudkan.
"Organisasi besar harus punya kantor yang representatif. Sampai hari ini kantor resmi PAN NTB masih sewa. Itu harus menjadi prioritas," tegasnya.
Siap Jalankan Amanah DPP
Menanggapi namanya yang mulai masuk dalam bursa calon Ketua DPW PAN NTB, Haji Maman menyatakan siap apabila dipercaya oleh DPP PAN.
"Kalau dikasih amanah oleh DPP, saya siap," katanya.
Apabila mendapat mandat tersebut, pembangunan kantor permanen DPW PAN NTB menjadi program prioritas yang akan segera direalisasikan.
"Kalau diberi amanah, itu menjadi prioritas pertama. Saya optimistis dalam waktu satu tahun kantor DPW PAN NTB sudah bisa berdiri," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan kantor permanen bukan sekadar simbol organisasi, tetapi menjadi identitas sekaligus pusat aktivitas kader dalam membangun partai secara berkelanjutan.
Selain pembenahan organisasi, Haji Maman juga menilai PAN perlu memperkuat basis politik di Pulau Lombok. Selama ini, kata dia, kekuatan PAN relatif lebih dominan di wilayah Pulau Sumbawa, khususnya Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia berencana memperkuat konsolidasi hingga tingkat daerah, membuka ruang bagi tokoh masyarakat yang memiliki rekam jejak baik, serta mendorong lahirnya kader-kader berintegritas.
"Kita harus melihat orang-orang yang memang punya kapasitas dan rekam jejak, bukan sekadar yang pandai mencari muka. Organisasi harus diisi oleh kader yang benar-benar bekerja," tegasnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan PAN ke depan harus lebih dekat dengan masyarakat sehingga jabatan politik benar-benar menjadi sarana pengabdian.
"Kekuasaan itu jangan hanya diamankan, tetapi harus diamalkan. Jabatan harus menjadi ladang pengabdian untuk masyarakat dan organisasi," ucapnya.
Meski optimistis mampu membawa PAN NTB berkembang lebih besar, Haji Maman menegaskan dirinya tidak sedang mengejar jabatan.
"Saya tidak meminta jabatan. Kalau dipercaya, Alhamdulillah. Yang penting saya bisa memberikan kontribusi nyata untuk membesarkan PAN dan memberi manfaat bagi organisasi," pungkasnya.
Secara nasional, PAN merupakan salah satu partai anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang dipimpin Ketua Umum Zulkifli Hasan. Dalam Pemilu 2024, PAN kembali mempertahankan keterwakilannya di DPR RI sekaligus tetap memiliki basis politik di sejumlah daerah, termasuk NTB.
Penetapan Ketua DPW PAN NTB nantinya menjadi kewenangan penuh DPP PAN sesuai mekanisme organisasi dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
