Ayah Buruh Serabutan, Deswita Tetap Kejar Mimpi hingga Lolos SNBP Unram, Rektor Siapkan Biaya Kuliah

Utswatun Hasanah
Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. Sukardi bersama Dirjen Dikti Kemdiktisaintek Prof. Khairul Munadi (kanan) saat mengunjungi Deswita Aulia Putri (kiri), mahasiswa lulus SNBP yang mendapat dukungan agar tetap kuliah. (Tangkapan Layar)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Kisah perjuangan Deswita Aulia Putri, mahasiswi Universitas Mataram (Unram) yang berhasil lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), mendapat perhatian khusus dari pihak kampus.

Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi bersama Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Prof. Khairul Munadi, berkunjung langsung ke kediaman Deswita.

Momen tersebut dibagikan melalui video singkat pada akun resmi Universitas Mataram. Dalam video itu terlihat suasana haru ketika Deswita bersama paman dan bibinya menerima kunjungan dari jajaran pimpinan pendidikan tinggi.

Deswita diketahui tinggal bersama bibinya dan tumbuh dalam kondisi ekonomi yang terbatas. Sang ayah bekerja sebagai buruh serabutan di kebun untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Meski menghadapi keterbatasan, Deswita tetap berusaha mempertahankan cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Perjuangannya menjadi gambaran bahwa keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi penghalang bagi generasi muda untuk meraih masa depan.

Kunjungan tersebut juga menjadi bentuk komitmen Universitas Mataram agar mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik tidak kehilangan kesempatan kuliah hanya karena persoalan biaya.

Rektor Unram Prof. Sukardi menyampaikan bahwa pihak kampus telah melakukan verifikasi terhadap mahasiswa yang lolos SNBP namun mengalami kendala biaya untuk melakukan daftar ulang.

"Dari 18 mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang SNBP karena keterbatasan ekonomi sesuai hasil verifikasi kami, semuanya akan kami bantu untuk tetap melanjutkan kuliah dengan biaya nol rupiah sambil dicarikan orang tua asuh," ungkap Rektor Unram, Minggu (7/6/2026) dikutip dari akun Facebook Universitas Mataram.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Prof. Khairul Munadi menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan akses pendidikan.

"Sampaikan kepada kepala lingkungan kalau ada yang kurang mampu," ungkapnya.

Menurutnya, persoalan ekonomi tidak boleh menjadi alasan seorang anak berhenti mengejar pendidikan, sehingga diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan.

Program pendampingan seperti ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi, terutama bagi calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Kisah Deswita menjadi pengingat bahwa banyak anak muda memiliki potensi besar, namun membutuhkan dukungan agar dapat melanjutkan perjalanan akademiknya.

Editor : Purnawarman

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network