get app
inews
Aa Text
Read Next : Aset NTB Tak Terdigitalisasi jadi Temuan BPK, Pengamat Ingatkan Risiko Kehilangan Potensi PAD

Beda Data Tindak Lanjut Temuan BPK antara Inpektorat dan Jubir Iqbal, Bukti Komunikasi Publik Lemah

Rabu, 15 Juli 2026 | 15:05 WIB
header img
Pengamat politik Dr. Alfisahrin. (Foto: Istimewa)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Pengamat politik Dr. Alfi Sahrin menyoroti perbedaan pernyataan antara Inspektur Provinsi NTB Budi Herman baru 35 persen sedangkan Juru Bicara (Jubir) Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sudah ditindak lanjuti semu terkait hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI LHP Rp10,4 Miliar kelebihan bayar.

Menurut Alfi, munculnya dua pernyataan yang berbeda mengenai tindak lanjut rekomendasi BPK menunjukkan masih adanya persoalan mendasar dalam tata kelola komunikasi pemerintahan di lingkungan Pemprov NTB.

"Perbedaan pernyataan Inspektur Provinsi NTB Budi Herman dan juru bicara Pemprov NTB Ahsanul Halik terkait tindak lanjut hasil temuan BPK RI yang berbeda. Bagi saya menunjukan dua hal mendasar. Pertama, ada kesan komuniksi publik pemerintah daerah masih lemah dan belum sinergi dengan stake holder lain," ujar Alfi, Rabu (15/7/2026).

Ia menilai persoalan kedua adalah belum optimalnya koordinasi antarlembaga dalam pengelolaan dan penyampaian data kepada publik.

"Kedua, koordinasi antar instansi terkait data belum tertata baik sehingga tidak terintegrasi. Inikan temuan BPK objek dan isunya sama soal pengelolaan retribusi daerah di sejumlah OPD. Tetapi kok bisa berbeda pernyataan inspektur dan jubir Pemprov NTB," katanya.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut