Gubernur Iqbal, Gita Ariadi dan Hadi Gunawan Masuk Bursa Ketua Gerindra NTB, Ini Analisa Pengamat
“Sedangkan dua lawan politiknya belum memiliki legasi politik elektoral sehingga sulit diukur,” tegasnya.
Agus menjelaskan, Gita Ariadi memang sempat masuk dalam dinamika politik Pilkada NTB 2024. Namun, langkah politik mantan Sekda NTB itu terhenti sebelum resmi maju dalam kontestasi. Sementara Hadi Gunawan, kata dia, lebih dikenal lewat rekam jejak birokrasi dan kepolisian, bukan arena politik elektoral.
“Apalagi Pak Gita dalam proses Pilkada 2024 langkahnya terhenti sebelum pencalonan. Hadi Gunawan juga baru sampai Polda, belum memiliki rekam jejak politik yang dapat divalidasi secara elektoral,” ungkapnya.
Dalam konteks itu, Agus melihat Iqbal memiliki kombinasi modal yang lebih lengkap, mulai dari legitimasi elektoral, jabatan strategis sebagai gubernur, hingga kedekatan dengan elite partai di tingkat pusat. Faktor-faktor tersebut dinilai menjadi nilai tambah penting apabila DPD Gerindra NTB benar-benar memasuki fase pergantian kepemimpinan.
Sebagai catatan, Lalu Muhamad Iqbal telah resmi menjadi kader Gerindra setelah menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) langsung dari Prabowo Subianto pada Februari 2025. Saat itu, Iqbal menegaskan Gerindra menjadi kendaraan politiknya ke depan.
Posisi itu memperkuat spekulasi bahwa namanya akan tetap menjadi figur sentral dalam konfigurasi politik internal Gerindra NTB. Selain itu, Iqbal juga datang dengan bekal kemenangan pada Pilgub NTB 2024, yang membuat daya tawarnya di internal partai dinilai semakin kuat.
Di sisi lain, dinamika kursi Ketua DPD Gerindra NTB belakangan memang kerap menjadi perbincangan. Sejumlah elite Gerindra NTB sebelumnya juga menegaskan bahwa Iqbal merupakan kader partai yang memiliki hubungan politik kuat dengan jajaran Gerindra, baik di tingkat daerah maupun pusat.
Fakta itu semakin menambah bobot politik Iqbal dalam bursa kepemimpinan partai berlambang kepala garuda tersebut.
Editor : Purnawarman