get app
inews
Aa Text
Read Next : GP Ansor NTB Desak Gubernur Iqbal Prioritaskan Persoalan Rakyat Dibanding Kursi KONI

Gubernur Iqbal, Gita Ariadi dan Hadi Gunawan Masuk Bursa Ketua Gerindra NTB, Ini Analisa Pengamat

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:35 WIB
header img
Pengamat Politik UIN Mataram, Dr. Agus. (Foto: istimewa)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Munculnya tiga nama yang disebut-sebut berpeluang memimpin DPD Partai Gerindra Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat perhatian serius dari pengamat politik. Tiga figur yang ramai diperbincangkan itu adalah Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, mantan Penjabat (Pj) Gubernur NTB Gita Ariadi, dan mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan.

Pengamat Politik UIN Mataram, Dr. Agus, menilai dari tiga nama tersebut, Lalu Muhamad Iqbal berada pada posisi paling kuat jika benar terjadi kontestasi perebutan kursi Ketua DPD Gerindra NTB.

“Saya kira jika 3 tokoh ini bersaing, Iqbal paling berpeluang dari aspek modalitas politik, antara lain ia sedang menjabat sebagai gubernur, tentu menguasai birokrasi, dan ia memenangkan pertarungan elektoral 2024,” ungkap Agus, Rabu (8/7/2026).

Menurut Agus, keunggulan Iqbal tidak hanya terletak pada statusnya sebagai kepala daerah, tetapi juga pada kedekatannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Selain itu ia juga anggota Partai Gerindra dan cukup dekat dengan Prabowo,” terangnya.

Ia menilai, dua nama lain yang ikut disebut dalam bursa Ketua DPD Gerindra NTB belum memiliki modal politik elektoral yang cukup sejajarkan dengan Iqbal.

“Sedangkan dua lawan politiknya belum memiliki legasi politik elektoral sehingga sulit diukur,” tegasnya.

Agus menjelaskan, Gita Ariadi memang sempat masuk dalam dinamika politik Pilkada NTB 2024. Namun, langkah politik mantan Sekda NTB itu terhenti sebelum resmi maju dalam kontestasi. Sementara Hadi Gunawan, kata dia, lebih dikenal lewat rekam jejak birokrasi dan kepolisian, bukan arena politik elektoral.

“Apalagi Pak Gita dalam proses Pilkada 2024 langkahnya terhenti sebelum pencalonan. Hadi Gunawan juga baru sampai Polda, belum memiliki rekam jejak politik yang dapat divalidasi secara elektoral,” ungkapnya.

Dalam konteks itu, Agus melihat Iqbal memiliki kombinasi modal yang lebih lengkap, mulai dari legitimasi elektoral, jabatan strategis sebagai gubernur, hingga kedekatan dengan elite partai di tingkat pusat. Faktor-faktor tersebut dinilai menjadi nilai tambah penting apabila DPD Gerindra NTB benar-benar memasuki fase pergantian kepemimpinan.

Sebagai catatan, Lalu Muhamad Iqbal telah resmi menjadi kader Gerindra setelah menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) langsung dari Prabowo Subianto pada Februari 2025. Saat itu, Iqbal menegaskan Gerindra menjadi kendaraan politiknya ke depan.

Posisi itu memperkuat spekulasi bahwa namanya akan tetap menjadi figur sentral dalam konfigurasi politik internal Gerindra NTB. Selain itu, Iqbal juga datang dengan bekal kemenangan pada Pilgub NTB 2024, yang membuat daya tawarnya di internal partai dinilai semakin kuat.

Di sisi lain, dinamika kursi Ketua DPD Gerindra NTB belakangan memang kerap menjadi perbincangan. Sejumlah elite Gerindra NTB sebelumnya juga menegaskan bahwa Iqbal merupakan kader partai yang memiliki hubungan politik kuat dengan jajaran Gerindra, baik di tingkat daerah maupun pusat.

Fakta itu semakin menambah bobot politik Iqbal dalam bursa kepemimpinan partai berlambang kepala garuda tersebut.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut