get app
inews
Aa Text
Read Next : Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi MBG, Vendor Motor Listrik Disebut Tak Penuhi Syarat

Sehari Setelah Dadan Hindayana Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN

Rabu, 03 Juni 2026 | 10:49 WIB
header img
Situasi di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026) saat Penyidik Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNewsLombok.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan adanya kegiatan penggeledahan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, pada Rabu (3/6/2026) pagi.

Penggeledahan tersebut dilakukan oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung. Namun hingga kini, pihak Kejagung belum mengungkapkan secara detail mengenai perkara yang menjadi dasar penggeledahan maupun barang bukti yang diamankan.

“Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN,” kata Plh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mochamad Jeffry saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/6/2026).

Jeffry menyebut informasi lebih lanjut terkait hasil penggeledahan masih menunggu proses penyidikan yang sedang berjalan. Termasuk mengenai dokumen atau barang yang kemungkinan diamankan oleh penyidik.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pegawai BGN terlihat berada di area lobi kantor. Mereka masih menunggu karena proses pemeriksaan dan penggeledahan disebut masih berlangsung.

Penggeledahan ini terjadi sehari setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan BGN. Kepala BGN Dadan Hindayana resmi diberhentikan dari jabatannya bersama dua Wakil Kepala BGN, yakni Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

Pengumuman pergantian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

“Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Yang pertama adalah saudara Dadan Hinayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ungkap Prasetyo.

Selain Kepala BGN, Presiden juga mengganti dua posisi Wakil Kepala BGN.

“Yang kedua saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan gizi Nasional, yang ketiga saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan gizi nasional. Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” lanjutnya.

Prasetyo menjelaskan, keputusan tersebut merupakan bagian dari evaluasi pemerintah terhadap kinerja lembaga yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan program prioritas nasional, termasuk program makan bergizi gratis.

“Kita ketahui bersama bahwa Badan Gizi Nasional memiliki peran yang sangat strategis di dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat,”terangnya.

Menurutnya, pelaksanaan tugas BGN membutuhkan tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan program berjalan sesuai target.

“Tugas ini tentu menuntut tata kelola yang kuat koordinasi lintas sektor yang efektif serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program dapat berjalan tepat sasaran tepat waktu dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas dalam menjalankan tugas keseharian,” ujarnya.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo terus melakukan pemantauan terhadap kinerja seluruh jajaran pemerintahan, termasuk BGN.

“Tentu di dalam proses evaluasi tersebut bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak baik dari kementerian-kementerian terkait maupun dari masyarakat.”

Evaluasi tersebut juga mempertimbangkan masukan dari penerima manfaat program makan bergizi gratis yang dijalankan BGN.

“Termasuk dari para penerima manfaat dari program makan bergizi gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional berkenaan dengan hal tersebut selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi,” paparnya.

Badan Gizi Nasional merupakan lembaga pemerintah yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan program peningkatan gizi masyarakat, termasuk pengelolaan program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pergantian pimpinan lembaga strategis biasanya dilakukan pemerintah sebagai bagian dari evaluasi kinerja, efektivitas program, dan penguatan tata kelola.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut