Demokrat NTB Buka Peluang Kader Baru, Syamsul Fikri Siap Bertarung di Musda
Meski begitu, Fikri menegaskan posisi Ketua DPD Demokrat NTB saat ini, Indra Jaya Usman (IJU), masih belum memiliki keputusan hukum tetap atau inkrah terkait persoalan hukum yang sedang dihadapinya. Karena itu, peluang IJU kembali maju masih terbuka.
“Ketua IJU statusnya belum inkrah. Kalau nantinya beliau bebas, tentu bisa kembali menjadi ketua,” katanya.
Musda Demokrat NTB Tunggu Jadwal DPP Lebih lanjut, Fikri menyebut pelaksanaan Musda Demokrat di NTB masih menunggu keputusan dari DPP Partai Demokrat.
Sebab, terdapat 38 provinsi di Indonesia yang juga akan melaksanakan Musda secara bertahap. Menurutnya, daerah-daerah besar kemungkinan akan mendapatkan prioritas lebih dahulu sebelum NTB.
“Musda ini berlangsung di 38 provinsi. Kita belum tahu jadwalnya karena mungkin DKI Jakarta, Jawa Barat, atau Papua yang akan didahulukan,” ungkapnya.
Situasi politik internal Demokrat NTB diperkirakan akan semakin dinamis menjelang pelaksanaan Musda. Selain faktor regenerasi kepemimpinan, posisi Demokrat di NTB juga dinilai strategis menjelang agenda politik nasional dan Pilkada berikutnya.
Partai Demokrat di NTB selama beberapa tahun terakhir masih menjadi salah satu kekuatan politik yang memiliki basis suara cukup besar, terutama di wilayah Pulau Lombok dan Kota Bima.
Musda nanti diprediksi tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua, tetapi juga momentum konsolidasi partai menghadapi Pemilu 2029.
Editor : Purnawarman