get app
inews
Aa Text
Read Next : Bursa Ketua Demokrat NTB Kian Panas, Gubernur Iqbal Didorong Kader Internal

Eks Kapolda Hadi Gunawan Masuk Bursa Ketua Demokrat NTB, Pengamat Ungkap Peluang dan Tantangan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:56 WIB
header img
Mantan Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan (tengah), Pengamat Politik dari PusDek UIN Mataram Dr Agus (kanan), Dosen dan Pengamat Komunikasi Dr Alfisahrin (kiri). (Foto: iNewsLombok.id)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menghangat. Sejumlah nama mulai disebut-sebut dalam bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat NTB, salah satunya mantan Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan.

Informasi mengenai adanya pendekatan terhadap Hadi Gunawan mencuat seiring proses konsolidasi internal Demokrat NTB menjelang Musda. Sosok purnawirawan Polri asal Lombok Timur tersebut dinilai memiliki pengalaman kepemimpinan serta jejaring luas yang menjadi pertimbangan sejumlah pihak.

Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB Andi Mardan membenarkan adanya kabar yang menyebut nama Hadi Gunawan masuk dalam radar kandidat. Namun, Demokrat membuka peluang bagi siapa pun, baik kader internal maupun figur dari luar partai.

"Partai Demokrat terbuka bagi kader internal maupun eksternal (Hadi Gunawan, red.) selama memiliki dukungan serta visioner untuk membangun partai lebih baik. PO (Pedoman Organisasi Musda.red) sudah ada. Mengenai waktu bisa akhir tahun ini atau tahun depan,"" ungkapnya, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Andi, sikap terbuka tersebut merupakan bagian dari karakter Demokrat sebagai partai yang memberikan ruang bagi tokoh potensial dengan kapasitas kepemimpinan dan dukungan politik.

Wacana masuknya Hadi Gunawan ke Demokrat NTB turut mendapat perhatian dari pengamat politik. Dr. Alfisahrin menilai kemunculan nama mantan Kapolda NTB tersebut memiliki makna politik tersendiri.

Ia menjelaskan, dalam sejarah politik Indonesia, hubungan antara institusi keamanan dan politik memiliki perjalanan panjang, termasuk pengaruh konsep Dwifungsi ABRI pada era Orde Baru yang kemudian dihapus setelah Reformasi 1998.

"Namun, menarik bagi saya melihat dinamika politik lokal NTB, secara tiba-tiba santer muncul nama eks Kapolda Irjen Pol Hadi Gunawan masuk bursa Ketua DPD Partai Demokrat NTB," ungkapnya, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Alfisahrin, munculnya figur eksternal menunjukkan adanya kebutuhan partai terhadap sosok dengan modal sosial dan jaringan politik yang kuat.

"Pak Hadi jika pun masuk Demokrat bisa membawa modal politik besar. Putra asli NTB, popularitas tinggi, memiliki jaringan luas dan pasti punya isi tas tebal. Kenapa Demokrat yang dipilih Pak Hadi, hemat saya karena Demokrat dinilai punya gravitasi politik kuat di NTB dibanding partai besar lain," jelasnya.

Ia menyebut keputusan tokoh dengan latar belakang seperti Hadi Gunawan untuk masuk ke partai politik bukan langkah sederhana, melainkan melalui perhitungan politik yang matang.

Dari sisi elektoral, Alfisahrin melihat peluang Hadi Gunawan cukup terbuka jika melihat modal sosial, tingkat popularitas, dan pengalaman kepemimpinan. Namun, ia mengingatkan bahwa memimpin partai politik membutuhkan kemampuan lain di luar popularitas.

"Di partai politik, mengandalkan popularitas saja tidak cukup jika tidak memiliki kapasitas, pengalaman, dan kemahiran negosiasi di elite pengurus serta jaringan di akar rumput," katanya.

Ia menilai kehadiran figur eksternal juga dapat menjadi tantangan karena berpotensi memunculkan dinamika baru di internal Demokrat NTB.

"Kehadiran Pak Hadi sebagai figur eksternal juga menjadi tantangan karena dapat memicu tajamnya rivalitas internal antar kader Demokrat. Potensi munculnya friksi di internal pengurus rawan terjadi," ujarnya.

Menurutnya, kader internal yang telah lama membangun partai tentu memiliki basis dukungan masing-masing. Karena itu, penerimaan struktur hingga tingkat akar rumput menjadi faktor penting.

"Ini dapat memicu reaksi dan resistensi kuat internal Partai Demokrat karena dapat menegasikan kontribusi kader asli yang telah berdarah-darah, jatuh bangun membesarkan partai," ungkapnya.

Alfisahrin juga melihat fenomena perekrutan tokoh eksternal oleh partai politik sebagai gambaran adanya kebutuhan terhadap figur yang mampu memperkuat daya saing elektoral.

Ia menilai masuknya Hadi Gunawan berpotensi memberikan keuntungan bagi Demokrat NTB, terutama dalam menghadapi kompetisi politik dengan sejumlah partai besar lain seperti Golkar, Gerindra, PKB, dan NasDem di NTB.

"Pak Hadi Gunawan bisa menjadi katalis karena dapat memperluas basis pemilih moderat yang selama ini tidak terikat kuat pada partai," katanya.

Sementara itu, Ketua PusDek UIN Mataram Dr. Agus, M.Si mendukung pernyataan Sekretaris DPD Demokrat NTB yang menyebut partai tersebut sebagai partai terbuka.

Menurutnya, kepemimpinan politik dapat lahir dari berbagai institusi, tidak hanya berasal dari kader partai.

"Kepemimpinan politik tersedia di banyak institusi seperti birokrasi, TNI, Polri, Ormas, LSM, Universitas, dan lain-lain," ujarnya.

Ia menilai langkah mencari figur eksternal bisa menjadi strategi politik menghadapi agenda elektoral mendatang.

"Untuk meningkatkan energi partai dalam pertarungan elektoral 2029 termasuk Pilkada 2030 partai tidak harus mencari calon pemimpin dari internal partainya tapi bisa juga dari institusi-institusi tersebut. Tentu saja sesuai kebutuhan dan strategi politik yang disepakati partai melalui Musda," jelasnya.

Menurut Dr. Agus, peluang Hadi Gunawan tetap terbuka, meskipun keputusan akhir berada pada mekanisme internal partai.

"Variabel politik yang paling dominan menentukan adalah dukungan DPC dan dukungan DPP, sebab pemilihan pimpinan partai merupakan urusan dalam rumah tangga partai bersangkutan," pungkasnya.

Musda Demokrat NTB nantinya akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai menghadapi agenda politik nasional dan daerah ke depan.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut