get app
inews
Aa Text
Read Next : DPRD NTB Bongkar Kejanggalan Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Klaim 100 Persen Dipertanyakan

Demokrat NTB Buka Peluang Kader Baru, Syamsul Fikri Siap Bertarung di Musda

Senin, 11 Mei 2026 | 16:35 WIB
header img
Wakil Ketua DPD I Demokrat NTB, Syamsul Fikri. (Foto: Purnawarman/iNewsLombok.id)

LOMBOK, iNewsLombok.id – Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat NTB, Syamsul Fikri, menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat  Herman Haeron terkait peluang hadirnya kader baru untuk memimpin DPD Demokrat NTB pada Musyawarah Daerah (Musda) mendatang. Menurut Fikri, pernyataan tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi partai politik.

Ia menilai Partai Demokrat tetap membuka ruang bagi siapa saja yang memiliki kapasitas untuk ikut bertarung memperebutkan kursi ketua DPD.

“Tokoh baru maju di Demokrat, saya kira pernyataan Sekjen itu hal lumrah. Welcome kader baru, siapa pun punya peluang yang sama,” tegas Syamsul Fikri, Senin (11/5/2026).

Fikri menjelaskan, hingga kini proses Musda Demokrat NTB masih terus berjalan dan belum ada jadwal resmi pelaksanaan. Sejumlah nama pun mulai disebut berpotensi maju sebagai calon Ketua DPD Demokrat NTB.

Ia mengaku dirinya juga siap ikut dalam kontestasi tersebut bersama beberapa kader lainnya dari berbagai daerah di NTB.

“Musda masih bergulir sebagai agenda Partai Demokrat dan sampai sekarang belum diketahui kapan pelaksanaannya. Saya maju, ada Pak Raden, Wali Kota Bima, kemudian kader dari Lombok Timur seperti Amrul Ziyadi, bisa juga Nur Hidayah maju,” ujarnya yang juga salah satu pendiri Partai Demokrat di NTB.

Meski begitu, Fikri menegaskan posisi Ketua DPD Demokrat NTB saat ini, Indra Jaya Usman (IJU), masih belum memiliki keputusan hukum tetap atau inkrah terkait persoalan hukum yang sedang dihadapinya. Karena itu, peluang IJU kembali maju masih terbuka.

“Ketua IJU statusnya belum inkrah. Kalau nantinya beliau bebas, tentu bisa kembali menjadi ketua,” katanya.

Musda Demokrat NTB Tunggu Jadwal DPP Lebih lanjut, Fikri menyebut pelaksanaan Musda Demokrat di NTB masih menunggu keputusan dari DPP Partai Demokrat.

Sebab, terdapat 38 provinsi di Indonesia yang juga akan melaksanakan Musda secara bertahap. Menurutnya, daerah-daerah besar kemungkinan akan mendapatkan prioritas lebih dahulu sebelum NTB.

“Musda ini berlangsung di 38 provinsi. Kita belum tahu jadwalnya karena mungkin DKI Jakarta, Jawa Barat, atau Papua yang akan didahulukan,” ungkapnya.

Situasi politik internal Demokrat NTB diperkirakan akan semakin dinamis menjelang pelaksanaan Musda. Selain faktor regenerasi kepemimpinan, posisi Demokrat di NTB juga dinilai strategis menjelang agenda politik nasional dan Pilkada berikutnya.

Partai Demokrat di NTB selama beberapa tahun terakhir masih menjadi salah satu kekuatan politik yang memiliki basis suara cukup besar, terutama di wilayah Pulau Lombok dan Kota Bima.

Musda nanti diprediksi tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua, tetapi juga momentum konsolidasi partai menghadapi Pemilu 2029.  

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut