5 Berita Populer: Gubernur NTB Klarifikasi Fakta Persidangan hingga Bentrok di Gubernuran, 3 Terluka
LOMBOK, iNewsLombok.id - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengakui bahwa dalam fakta persidangan oleh Saksi dewan Nadirah pernah bertemu untuk menayakan program desa berdaya tetapi dibantahnya dalam kaitan dengan isu kasus gratifikasi “Dana Siluman” DPRD NTB yang kini sedang bergulir di pengadilan.
Kasus tersebut menyeret tiga terdakwa dewan baru, yakni Indra Jaya Usman (IJU), Nashib Ikroman, dan Hamdan Kasim (HK).
“Ya saya jelaskan ada 106 Desa Berdaya itu aja yang kita bicarakan, saya tidak ada kaitan dengan isu-isu yang mereka ditanyakan. Silahkan mengusulkan di DPRD desa mana kan mereka punya aspirasi. Setiap dapil pasti ada dan silahkan,” jelas Iqbal kepada iNewsLombok.id, Jumat (8/6/2026) di Kantor Gubernur NTB.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengakui bahwa dalam fakta persidangan oleh Saksi dewan Nadirah pernah bertemu untuk menayakan program desa berdaya tetapi dibantahnya dalam kaitan dengan isu kasus gratifikasi “Dana Siluman” DPRD NTB yang kini sedang bergulir di pengadilan.
Kasus tersebut menyeret tiga terdakwa dewan baru, yakni Indra Jaya Usman (IJU), Nashib Ikroman, dan Hamdan Kasim (HK).
“Ya saya jelaskan ada 106 Desa Berdaya itu aja yang kita bicarakan, saya tidak ada kaitan dengan isu-isu yang mereka ditanyakan. Silahkan mengusulkan di DPRD desa mana kan mereka punya aspirasi. Setiap dapil pasti ada dan silahkan,” jelas Iqbal kepada iNewsLombok.id, Jumat (8/6/2026) di Kantor Gubernur NTB.
Sidang lanjutan kasus gratifikasi dana siluman DPRD NTB yang menjerat tiga tersangka yakni Indra Jaya Usman (IJU), Nashib Ikroman dan Hamdan Kasim (HK) kembali mengungkap fakta baru. Dalam persidangan yang digelar Rabu (6/5/2026), majelis hakim mendalami keterangan istri anggota DPRD NTB, M Yasin, terkait komunikasi terdakwa Indra Jaya Usman (IJU) melalui telepon genggam di rumahnya saat mengembalikan uang Rp200 juta.
Editor : Purnawarman