Iran Rayakan Kemenangan, Klaim Hancurkan 2 Jet Tempur dan Drone Canggih AS
Pejabat Iran bahkan menegaskan bahwa operasi ini menjadi sinyal bahwa mereka siap melanjutkan konfrontasi dan tidak gentar menghadapi tekanan dari Amerika dan sekutunya.
Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dalam pernyataan resminya mengungkapkan keberhasilan sistem pertahanan udara mereka dalam mencegat berbagai target udara.
Beberapa keberhasilan yang diklaim antara lain:
Menghancurkan dua rudal jelajah di wilayah Khomein dan Zanjan
Menembak jatuh dua drone MQ-9 Reaper di Isfahan
Menghancurkan drone Hermes di Bushehr
Menjatuhkan satu jet tempur musuh di Iran tengah
IRGC menyebut operasi ini sebagai hasil dari penggunaan sistem pertahanan udara canggih berbasis jaringan terpadu nasional.
“Dengan pemantauan yang inovatif, berkelanjutan, dan tepat oleh para pahlawan pertahanan udara Iran, langit Iran akan semakin tidak aman bagi jet tempur musuh agresor,” bunyi pernyataan tersebut.
Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer Iran bertajuk Operasi Janji Sejati 4 yang diluncurkan sebagai respons atas serangan koalisi AS-Israel pada 28 Februari.
Sejauh ini, Iran mengklaim telah meluncurkan 93 gelombang serangan rudal dan drone, yang menyasar berbagai fasilitas militer Israel dan pangkalan AS di kawasan Asia Barat.
Dalam perkembangan lain, Iran juga mengklaim keberhasilan besar dalam menghadapi jet tempur siluman canggih F-35 Lightning II menggunakan sistem pemandu inframerah lokal.
Keberhasilan ini disebut sebagai pencapaian penting, mengingat F-35 selama ini dikenal sebagai salah satu pesawat tempur paling canggih di dunia dengan kemampuan menembus sistem pertahanan udara.
Selain F-35, beberapa jet lain seperti F-15, F-16, dan F-18 juga dilaporkan menjadi target intersepsi sistem pertahanan udara Iran dalam beberapa pekan terakhir.
Iran juga mengklaim telah menghancurkan lebih dari 150 drone, termasuk drone tempur MQ-9 Reaper yang masing-masing bernilai sekitar 30 juta dolar AS.
Keberhasilan ini memperkuat narasi bahwa sistem pertahanan udara Iran mengalami peningkatan signifikan, terutama setelah konflik intens dalam beberapa waktu terakhir.
Editor : Purnawarman