Bahaya Terlalu Sering Makan Mi Instan Saat Sahur dan Berbuka Puasa Ramadan 2026
Tidak hanya itu, asupan natrium berlebihan juga berhubungan dengan peningkatan risiko stroke, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme seperti diabetes.
Saat dikonsumsi ketika sahur, kandungan garam yang tinggi juga membuat tubuh lebih cepat merasa haus selama berpuasa. Akibatnya, ibadah puasa bisa terasa lebih berat karena dehidrasi lebih cepat terjadi.
Mengutip Healthline, satu porsi mi instan (sekitar 43 gram) mengandung kurang lebih 188 kalori. Meski terlihat mengenyangkan, mi instan minim protein, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin B12, kalsium, magnesium, dan kalium.
Selain itu, kandungan antioksidan dan fitokimia di dalamnya sangat rendah. Padahal, zat tersebut penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan melindungi sel dari kerusakan.
Jika terlalu sering dikonsumsi tanpa diimbangi makanan bergizi lain, kalori dari mi instan hanya menambah asupan energi tanpa memberikan nutrisi penting. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu obesitas dan peningkatan berat badan.
Mi instan juga diawetkan menggunakan Tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ), zat aditif berbasis minyak bumi yang umum digunakan untuk memperpanjang masa simpan produk olahan.
TBHQ dikenal sulit dicerna tubuh. Proses pencernaan yang lambat bisa menghambat penyerapan nutrisi dari makanan lain yang dikonsumsi bersamaan.
Jika berlangsung terus-menerus, sistem pencernaan berpotensi terganggu dan metabolisme tubuh menjadi tidak optimal. Padahal, selama Ramadan tubuh membutuhkan asupan nutrisi berkualitas untuk menjaga stamina dan konsentrasi.
Selain tiga risiko utama di atas, konsumsi mi instan berlebihan saat puasa juga dapat menyebabkan:
Lonjakan gula darah cepat turun (karena dominan karbohidrat sederhana)
Rasa lemas di siang hari
Gangguan keseimbangan cairan tubuh
Risiko sindrom metabolik jika dikonsumsi rutin bertahun-tahun
Agar tubuh tetap kuat selama berpuasa, disarankan memilih menu yang mengandung:
Karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, kentang, roti gandum)
Protein (telur, ayam, ikan, tempe, tahu)
Serat tinggi (sayuran dan buah)
Lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan)
Jika tetap ingin mengonsumsi mi instan, sebaiknya:
Kurangi penggunaan bumbu instan
Tambahkan telur, sayuran, atau sumber protein
Tidak menjadikannya menu utama setiap hari
Dengan pola makan seimbang, puasa dapat dijalani dengan tubuh yang tetap sehat dan bertenaga.
Editor : Purnawarman