Arab Saudi Keluarkan Panduan Ramadan 2026, Dilarang Live Streaming Salat di Masjid
Selama 10 malam terakhir Ramadan, Salat Tahajjud diwajibkan selesai sebelum Subuh dengan pelaksanaan yang tidak memberatkan jemaah.
Panduan juga mengatur tata cara doa Qunut. Doa harus sesuai sunah, disampaikan dengan kerendahan hati, serta menghindari bacaan panjang, berima berlebihan, atau terlalu teatrikal.
Kementerian kembali menegaskan larangan penggunaan kamera video untuk merekam imam atau jemaah saat salat.
Lebih lanjut, live streaming di platform media sosial apa pun juga dilarang, guna menjaga kekhusyukan ibadah dan privasi jemaah.
Masjid juga dilarang menampung pengemis. Jika ditemukan, staf diminta segera melapor kepada aparat keamanan.
Selain itu, pengumpulan sumbangan untuk program buka puasa atau kegiatan serupa tidak diperbolehkan di area masjid.
Bagi jemaah yang ingin beriktikaf, masjid wajib:
mendata peserta,
memverifikasi identitas,
dan bagi non-Saudi, harus ada persetujuan dari pihak ketiga yang diakui.
Acara buka puasa hanya boleh digelar di halaman masjid yang telah ditentukan dan berada di bawah pengawasan langsung staf.
Kementerian menyebutkan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga ketertiban, keamanan, dan kesucian masjid dari praktik yang berpotensi mengganggu ibadah.
Langkah ini juga dinilai sebagai upaya mencegah penyalahgunaan tempat ibadah untuk kepentingan komersial, politik, atau media sosial.
Dengan panduan ini, Arab Saudi berharap suasana Ramadan tahun ini dapat berlangsung lebih khusyuk, aman, tertib, dan sesuai tuntunan syariat.
Editor : Purnawarman