Bursa Sekda NTB Memanas, Akhsanul Khalik dan Ahmad Syaufi Jadi Sorotan
Alhdiansyah menilai tiga nama yang diajukan Gubernur Iqbal merupakan figur terbaik yang telah melalui proses seleksi dan pertimbangan matang.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Guru To’i, yang menekankan bahwa posisi Sekda bukan sekadar jabatan administratif, melainkan pemimpin tertinggi dalam struktur birokrasi daerah.
"Sadalah pemimpin tertinggi di birokrasi, maka seyogyanya sifatnya memberikan kerja kerja loyal ke gubernur, profesional, ketiga paham tentang kondisi antropologi sosial, politik ntb, dia harus paham dan tiga prasyaratan menjadi penting jadi sekda plihan gubernur," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa loyalitas kepada kepala daerah, profesionalisme, serta pemahaman mendalam terhadap karakter sosial dan politik NTB merupakan syarat mutlak bagi seorang Sekda.
"Itulah Pilihan terbaik dari dari tiga nama tersebut. Dia adalah pembantu langsung. Loyalitas, profesional dan mengerti daerah itu menjadi penting," tegasnya.
Secara struktural, Sekda memiliki peran sentral sebagai koordinator seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan penghubung utama antara kepala daerah dan birokrasi.
Dalam konteks pemerintahan NTB ke depan, Sekda juga dituntut mampu mempercepat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan program strategis daerah berjalan selaras dengan kebijakan nasional.
Proses penetapan Sekda NTB sendiri mengikuti mekanisme nasional, termasuk evaluasi rekam jejak, integritas, dan kompetensi oleh pemerintah pusat, sehingga figur yang terpilih diharapkan benar-benar memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat.
Editor : Purnawarman