Jalan Rusak dan Viral, Kadis PUPR NTB: Yang Banyak Dilalui Itu yang Kami Kerjakan
“Maunya kita tangani semua, tapi kan kita skala prioritas. Tahun ini anggaran jalan di Sumbawa lebih besar dari Lombok. Jalan port to port, bukan hanya untuk orang Lombok, ini keperluan logistik Sumbawa–Surabaya. Yang banyak untungnya Sumbawa. Jarak tempuh lebih cepat nanti kalau kirim sapi lewat itu lancar,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sadimin juga menilai pernyataan mahasiswa itu perlu diluruskan karena dianggap tidak sesuai fakta.
“Mohon maaf terlalu provokatif dan menyesatkan, pemikirannya perlu diluruskan, pemikiran kritis itu bagus. Kita tidak membedakan Lombok dan Sumbawa. Kalau duitnya banyak kita lakukan dan Dana Transfer kita menurun, bersabar,” tegasnya.
Anggaran infrastruktur NTB tahun 2025 tercatat mengalami penurunan akibat berkurangnya Dana Transfer Daerah dari pemerintah pusat. Kondisi ini membuat sejumlah proyek harus masuk daftar prioritas.
Wilayah Lunyuk dan Tepal termasuk kategori daerah dengan karakteristik geografis ekstrem, yang membuat biaya pembangunan jalan lebih mahal dibanding daerah dataran rendah.
Proyek jalan port to port Lombok yang disinggung Sadimin merupakan bagian dari rencana besar percepatan arus logistik NTB, termasuk pengiriman komoditas unggulan seperti sapi Sumbawa dan hasil perikanan.
Pemerintah NTB merencanakan evaluasi berkala terhadap persebaran pembangunan agar isu ketimpangan tidak berkembang di masyarakat.
Kominfo NTB menyatakan diskusi Kamisan akan terus diadakan untuk membuka ruang kritik dan dialog publik mengenai pembangunan daerah.
Editor : Purnawarman