Jalan Rusak dan Viral, Kadis PUPR NTB: Yang Banyak Dilalui Itu yang Kami Kerjakan
LOMBOK, iNewsLombok.id - Pernyataan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB, Sadimin, menjadi viral setelah disampaikan dalam acara Bincang-bincang Kamisan yang digelar oleh Dinas Kominfo NTB.
Pada sesi akhir diskusi tersebut, Ketua BEM Fakultas Teknik Universitas Mataram menyoroti dugaan ketimpangan pembangunan infrastruktur antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, terutama soal kondisi jalan di Lunyuk dan Tepal yang dinilai kurang mendapat perhatian pemerintah.
Menanggapi hal itu, Sadimin mengatakan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Ia menyebut ada banyak proyek pembangunan dan peningkatan jalan di Pulau Sumbawa pada tahun anggaran 2025.
“Kalau ketimpangan itu saya pikir belum tentu benar, jalan di Lombok panjangnya 500 kilo, di Pulau Sumbawa ada 900 kilo gak ada yang lewat, kadang-kadang rusak ya kita biarin, pertama kita tidak punya duit terbatas, yang rusak dan viral yang dilewati banyak orang yang kita kerjakan,” ungkapnya, Kamis lalu 27 Nopember 2025.
Sadimin menjelaskan bahwa pihaknya berusaha menangani seluruh kebutuhan infrastruktur, namun harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Maunya kita tangani semua, tapi kan kita skala prioritas. Tahun ini anggaran jalan di Sumbawa lebih besar dari Lombok. Jalan port to port, bukan hanya untuk orang Lombok, ini keperluan logistik Sumbawa–Surabaya. Yang banyak untungnya Sumbawa. Jarak tempuh lebih cepat nanti kalau kirim sapi lewat itu lancar,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sadimin juga menilai pernyataan mahasiswa itu perlu diluruskan karena dianggap tidak sesuai fakta.
“Mohon maaf terlalu provokatif dan menyesatkan, pemikirannya perlu diluruskan, pemikiran kritis itu bagus. Kita tidak membedakan Lombok dan Sumbawa. Kalau duitnya banyak kita lakukan dan Dana Transfer kita menurun, bersabar,” tegasnya.
Anggaran infrastruktur NTB tahun 2025 tercatat mengalami penurunan akibat berkurangnya Dana Transfer Daerah dari pemerintah pusat. Kondisi ini membuat sejumlah proyek harus masuk daftar prioritas.
Wilayah Lunyuk dan Tepal termasuk kategori daerah dengan karakteristik geografis ekstrem, yang membuat biaya pembangunan jalan lebih mahal dibanding daerah dataran rendah.
Proyek jalan port to port Lombok yang disinggung Sadimin merupakan bagian dari rencana besar percepatan arus logistik NTB, termasuk pengiriman komoditas unggulan seperti sapi Sumbawa dan hasil perikanan.
Pemerintah NTB merencanakan evaluasi berkala terhadap persebaran pembangunan agar isu ketimpangan tidak berkembang di masyarakat.
Kominfo NTB menyatakan diskusi Kamisan akan terus diadakan untuk membuka ruang kritik dan dialog publik mengenai pembangunan daerah.
Editor : Purnawarman