Proyek Misterius di Gili Meno Hancurkan Karang? Wisatawan Asing Ikut Bersuara
LOMBOK, iNewsLombok.id - Proyek pembangunan revetment senilai Rp70 miliar di kawasan perairan Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara, NTB, kembali memicu polemik besar.
Pekerjaan yang merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum RI tersebut berada sekitar 100 meter dari titik kedatangan wisatawan—sebuah lokasi yang menjadi pintu utama pariwisata Gili Meno.
Aktivitas alat berat di area tersebut diduga merusak terumbu karang serta biota laut yang menjadi aset paling berharga pulau tersebut. Dari investigasi lapangan, ditemukan ekskavator beroperasi sangat dekat dengan area terumbu karang, memunculkan kekhawatiran atas potensi kerusakan ekologis berskala luas.
Para pelaku wisata, pegiat lingkungan, hingga turis mancanegara menyebut kondisi tersebut sebagai “pemandangan yang merusak mata” tepat di gerbang wisata Gili Meno.
Salah satu turis asal Australia, Grace Shopia, mengaku kaget dan kecewa saat melihat kondisi revetment tersebut.
“Kerusakan yang terjadi di sini sudah ramai dibicarakan di media sosial Eropa, Australia, Amerika, dan berbagai negara lainnya. Ini mengecewakan,” ujarnya.
Editor : Purnawarman