Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gubernur Lalu Iqbal Bongkar Kondisi ASN NTB, 60 Persen Disebut Berasal dari Eks Honorer
Advertisement . Scroll to see content

DPR Buka Peluang PPPK Jadi PNS, Revisi UU ASN Mulai Digodok

Kamis, 30 Oktober 2025 | 17:49 WIB
  • author iNews.id/Purnawarman
DPR Buka Peluang PPPK Jadi PNS, Revisi UU ASN Mulai Digodok
PPPK berpeluang diangkat jadi PNS tengah jadi sorotan dalam rencana revisi UU ASN. DPR siap tampung aspirasi publik, namun pembahasan resmi baru dimulai tahun 2026. Ilustrasi

“Tentu DPR akan menampung pelbagai usulan, masukan yang berkembang di tengah masyarakat.”

Pembahasan RUU ASN Mundur

Meski revisi UU ASN telah masuk daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2025, pembahasan dipastikan tidak dapat dimulai dalam tahun ini karena keterbatasan waktu.

“RUU ASN memang masuk daftar Prolegnas Prioritas Tahun 2025 ini. Namun, dengan sisa waktu dua bulan di tahun 2025 ini, di atas kertas pembahasan RUU ASN tidak dimungkinkan dilakukan pada tahun 2025 ini,” jelas Khozin.

Saat ini, Komisi II DPR masih menunggu kajian Badan Keahlian DPR (BKD) sebelum memulai tahapan pembahasan lebih lanjut.

Dua Fokus Utama Revisi UU ASN

Khozin menegaskan ada dua aspek penting dalam revisi UU ASN, yaitu pendalaman substansi aturan dan keterlibatan publik secara bermakna (meaningful participation).

Selain itu, ia menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 121/PUU-XXII/2024, yang mewajibkan pembentukan lembaga independen pengawas sistem merit dalam dua tahun sejak putusan berlaku.

Saat ini terdapat lebih dari 2,3 juta PPPK di Indonesia, termasuk guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis pemerintah.

Isu alih status PPPK ke PNS menguat karena perbedaan fasilitas karier, perlindungan hukum, dan jenjang pensiun.

Pemerintah sebelumnya menegaskan sistem kepegawaian berbasis merit merupakan pondasi reformasi birokrasi.

Organisasi profesi ASN dan komunitas tenaga honorer aktif menyuarakan normalisasi status PPPK agar setara dengan PNS dalam jangka panjang.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut