Pilkades Tanaq Awu Lombok Tengah Berujung Ricuh, Fasilitas Kantor Desa Rusak

Ema Widiawati
Kondisi Kantor Desa Tanaq Awu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, setelah kericuhan Pilkades yang menyebabkan sejumlah fasilitas kantor rusak. (Foto: Ema Widiawati/iNewsLombok.id)

LOMBOK, iNewsLombok.id – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Tanaq Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, berujung kericuhan pada Kamis (29/10/2026).

Kericuhan terjadi ketika proses pleno hasil pemungutan suara di tingkat desa hendak dilaksanakan. Ratusan massa mendatangi Kantor Desa Tanaq Awu dan diduga merupakan pendukung salah satu calon kepala desa.

Situasi kemudian memanas hingga sejumlah fasilitas kantor desa mengalami kerusakan. Beberapa di antaranya yakni kotak suara, kaca jendela, mesin printer, serta komputer.

Aksi tersebut diduga dipicu ketidakpuasan terhadap hasil perolehan suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kasi Humas Polresta Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, membenarkan adanya kericuhan tersebut.

"Iya memang ada beberapa hal-hal yang kurang diterima oleh para pendukung sehingga itu membuat reaksi dan terjadinya keributan di kantor desa," kata Brata, Jumat (30/10).

Menurutnya, kericuhan berlangsung pada Kamis sore ketika tahapan pleno di tingkat desa akan dimulai. Polisi yang telah disiagakan langsung diterjunkan untuk mengendalikan situasi.

"Namun hal ini dari kepolisian sudah ambil sikap secara cepat untuk mengantisipasi kejadian tersebut dengan kita menurunkan personil yang sudah kita siagakan sehingga pada hari itu juga situasi bisa dikendalikan dengan kondisif," pungkas Brata.

Polisi kini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengerusakan fasilitas Kantor Desa Tanaq Awu.

Pelayanan Desa Tetap Berjalan

Di tengah kondisi kantor yang mengalami kerusakan, Pemerintah Desa Tanaq Awu memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Plt Kepala Desa Tanaq Awu, Lalu Muhammad Isnaini, mengatakan sejumlah fasilitas pelayanan memang mengalami gangguan akibat kerusakan. Meski demikian, pihak desa tetap berupaya memberikan pelayanan kepada warga.

"Kami sebagai pelayan masyarakat tentu meminta maaf terkait konteks pelayanan kami melayani, akibat kejadian kemarin fasilitas pelayanan kami agak sedikit terganggu tapi pun demikian kami tetap menyatakan pelayanan tetap dilakukan karena ada sejumlah masyarakat yang datang membutuhkan surat dan sebagainya," kata Isnaini, Jumat (30/10).

Isnaini mengakui kerusakan komputer dan mesin printer membuat aktivitas pelayanan desa menjadi terganggu. Kondisi kaca jendela yang pecah juga dinilai berpotensi membahayakan masyarakat maupun aparatur yang beraktivitas di kantor desa.

"Iya komputer kita juga ikut rusak, namun dengan fasilitas yang ada tetap kita layani dengan apa apa adanya," ujarnya.

Hingga Jumat (30/10), personel kepolisian masih ditempatkan di sekitar Kantor Desa Tanaq Awu. Penjagaan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kemungkinan terjadinya aksi susulan.

Kericuhan tersebut menjadi perhatian karena terjadi saat tahapan pleno hasil Pilkades di tingkat desa. Kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas kantor desa.

Editor : Purnawarman

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network