BPOKK DPP Bicara Musda V Demokrat NTB, Jadwal 18 September Masih Bisa Berubah

Purnawarman
Plt Ketua DPD Demokrat NTB, Letkol Purn Made Rai Edu Astawa saat mengadakan Media Getering dengan Pers di Lombok.Purnawarman/iNewsLombok.id

LOMBOK, iNewsLombok.id - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga Anggota BPOKK DPP Demokrat Made Rai Edi Astawa mengklarifikasi beredarnya surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat terkait jadwal Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat NTB.

Menurut Made Rai, surat tertanggal 5 September 2026 tersebut masih mengalami revisi. Karena itu, waktu pelaksanaan Musda NTB belum diumumkan secara resmi kepada publik.

Sebelumnya, beredar informasi di sejumlah grup bahwa Musda V DPD Partai Demokrat NTB melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) akan digelar pada Jumat, 18 September 2026, di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram.

Informasi tersebut merujuk pada surat DPP Partai Demokrat Nomor 61/SK/DPP.PD/IX/2026 tentang penetapan jadwal Musda V melalui musyawarah luar biasa DPD Partai Demokrat NTB.

Made Rai menegaskan, pengumuman mengenai waktu pelaksanaan Musda menjadi kewenangan panitia.

"Penyampaian waktu Musda NTB secara resmi kepada umum/masyarakat akan disampaikan oleh Panitia SC Musda," terangnya, Sabtu (12/9/2026).

Ia menjelaskan, surat keputusan DPP merupakan dokumen internal yang menjadi dasar kerja panitia. Namun, apabila dalam proses persiapan masih terdapat persyaratan atau kelengkapan yang belum terpenuhi, dokumen tersebut dapat diperbaiki.

"Musda NTB kapan akan digelar, terkait bulan masih menunggu pengumuman resmi dari Panitia yang berwenang. SK DPP diatas adalah produk internal partai yang menjadi dasar bagi Panitia bekerja. Apabila selama tahap persiapan, ada hal yang belum memenuhi persyaratan dan kelengkapan untuk diselenggaranya Musda, SK akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya," ungkapnya.

Musda Tetap Digelar

Made Rai memastikan Musda Demokrat NTB tetap akan dilaksanakan. Namun, ia belum menjelaskan alasan yang membuat jadwal dalam surat sebelumnya perlu diperbaiki.

"Menunggu mekanisme pemberitahuan resmi dari Panitia. Kenapanya menjadi urusan internal organisasi. Yang pasti Musda tetap dan pasti akan dilaksanakan," tegasnya.

Dengan demikian, informasi mengenai pelaksanaan Musda pada 18 September 2026 belum dapat dianggap sebagai jadwal final sebelum diumumkan secara resmi oleh panitia.

Sebelumnya, surat DPP yang beredar mencantumkan tanggal 5 September 2026 dan disebut ditandatangani Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron.

Mekanisme Penentuan Ketua DPD

Musda memiliki posisi penting dalam proses pergantian kepemimpinan Partai Demokrat di tingkat provinsi. Dalam mekanisme yang dijelaskan DPP Partai Demokrat, Musda menjadi forum untuk mengusulkan calon Ketua DPD berdasarkan suara pemilik hak suara. Selanjutnya, calon tersebut ditetapkan oleh DPP.

Dalam pelaksanaan Musda Demokrat di sejumlah daerah pada 2026, DPP juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi dan soliditas kader sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Ia juga menegaskan bahwa proses demokrasi internal memberikan kesempatan kepada kader untuk mengikuti kontestasi kepemimpinan sepanjang memenuhi ketentuan organisasi.

Di NTB sendiri, dinamika menjelang Musda sebelumnya juga mencuat ke ruang publik. Pada Januari 2026, Made Rai Edi Astawa, yang saat itu juga menjabat Sekretaris I BPOKK DPP Partai Demokrat sekaligus Plt Ketua DPD Demokrat NTB, menjelaskan posisi kepemimpinan di tubuh Demokrat NTB.

Terbaru, dinamika internal kembali menjadi perhatian setelah Ketua IMDI NTB M. Fihirudin menyatakan akan menyurati AHY terkait dugaan permainan uang menjelang Musda. Tuduhan tersebut merupakan klaim dari pihak pelapor dan belum dapat dianggap sebagai fakta yang terbukti.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, jadwal final, agenda lengkap, peserta Musda, serta nama-nama kandidat Ketua DPD Demokrat NTB masih menunggu pengumuman resmi dari panitia.

Dengan klarifikasi Made Rai tersebut, jadwal 18 September 2026 yang sebelumnya beredar sebaiknya diposisikan sebagai jadwal yang tercantum dalam dokumen yang beredar, bukan sebagai tanggal final pelaksanaan Musda sampai ada pengumuman resmi panitia.

Editor : Purnawarman

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network