"Menimbang, mengingat, dan seterusnya, memutuskan, menetapkan, dan seterusnya, mengangkat Dewan Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031, masing-masing Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia," ucap protokoler memulai pengambilan sumpah jabatan.
Ketua MA Sunarto kemudian mengambil sumpah ketiga pejabat tersebut. Setelah ditanya mengenai kesiapan untuk mengucapkan sumpah, ketiganya menjawab, "Bersedia."
Destry menjadi pejabat pertama yang mengucapkan sumpah, disusul Aida dan Solikin.
Sumpah tersebut memuat komitmen untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, mematuhi ketentuan hukum, serta tidak menggunakan jabatan untuk memperkaya diri sendiri ataupun memberikan keuntungan kepada pihak lain.
"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya, untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Deputi Gubernur Bank Indonesia, langsung atau tidak langsung dengan nama dan dalih apa pun, tidak memberikan atau menjanjikan untuk memberikan sesuatu kepada siapa pun juga," ungkapnya.
Susunan Baru Dewan Gubernur BI
Dengan pelantikan tersebut, susunan Dewan Gubernur Bank Indonesia kini terdiri atas Destry Damayanti sebagai Gubernur dan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior.
Sementara posisi Deputi Gubernur ditempati Filianingsih Hendarta, Ricky P. Gozali, Thomas A.M. Djiwandono, dan Solikin M. Juhro.
Perubahan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru BI untuk periode lima tahun ke depan.
BI menyatakan keberlanjutan kepemimpinan Dewan Gubernur akan diarahkan untuk memperkuat bauran kebijakan dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait.
Profil Singkat Destry Damayanti
Destry bukan wajah baru di lingkungan Bank Indonesia. Ia sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan telah dua kali dipercaya menduduki posisi tersebut.
Destry lahir di Jakarta pada 1963. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia dan kemudian meraih gelar Master of Science bidang Regional Science dari Cornell University, Amerika Serikat.
Sebelum masuk ke Bank Indonesia, Destry memiliki pengalaman panjang sebagai ekonom. Ia pernah menjadi penasihat ekonomi senior untuk Duta Besar Inggris untuk Indonesia, peneliti dan pengajar di Universitas Indonesia, Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, hingga Kepala Ekonom Bank Mandiri.
Ia juga pernah menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN dan anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015-2019.
Destry kemudian ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 2019 dan kembali memperoleh mandat untuk periode berikutnya pada 2024.
Tantangan Destry Memimpin Bank Indonesia
Sebagai Gubernur BI, Destry akan memimpin bank sentral dalam menghadapi dinamika ekonomi domestik dan global, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan.
Bank Indonesia memiliki tujuan utama mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah, menjaga stabilitas sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Tantangan tersebut menjadi semakin penting di tengah dinamika ekonomi global dan perubahan kondisi pasar keuangan.
Dalam perkembangan terbaru, Rapat Dewan Gubernur BI pada 18-19 Agustus 2026 memutuskan mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen, Deposit Facility 4,75 persen, dan Lending Facility 6,50 persen.
Pada saat yang sama, BI mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus 2026 sebesar 3,19 persen secara tahunan. Cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 tercatat sekitar 145,344 miliar dolar AS.
Dengan dilantiknya Destry Damayanti sebagai Gubernur BI, arah kebijakan bank sentral Indonesia kini memasuki babak baru. Stabilitas rupiah, pengendalian inflasi, ketahanan sistem keuangan, serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi sejumlah agenda penting yang akan dihadapi Dewan Gubernur BI periode 2026-2031.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
