Ia menilai mitigasi risiko dan audit internal merupakan langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan operasional perbankan berjalan aman dan berkelanjutan.
Selain itu, Akhdiansyah menegaskan Bank NTB Syariah merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) yang memiliki kontribusi terbesar terhadap penerimaan dividen Pemerintah Provinsi NTB.
"Bank NTB Syariah ini BUMD paling besar yang menjadi instrumen strategis peningkatan PAD," kata Akhdiansyah.
Di sisi lain, ia juga mengapresiasi berbagai inovasi layanan digital yang telah dikembangkan oleh manajemen baru Bank NTB Syariah. Salah satunya adalah layanan transaksi antarbank yang kini sudah dapat diakses melalui aplikasi mobile banking.
Menurutnya, inovasi tersebut akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan secara lebih cepat, praktis, dan efisien.
"Saya kira ini inovasi yang sangat baik yang dilakukan jajaran direksi. Layanan transaksi mobile ini memudahkan masyarakat," ujar Akhdiansyah.
Meski demikian, ia mengingatkan agar penguatan transformasi digital harus diimbangi dengan peningkatan keamanan sistem informasi.
Pengalaman serangan siber yang sempat mengganggu layanan Bank NTB Syariah beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Ini harus menjadi pembelajaran ke depan. Bahwa ancaman hacker bisa setiap saat mengganggu ekosistem perbankan," jelas politisi PKB itu.
Sebagai bank pembangunan daerah berbasis syariah, Bank NTB Syariah memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor usaha, UMKM, layanan keuangan syariah, hingga penyetoran dividen kepada pemerintah daerah.
Karena itu, peningkatan kinerja, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), serta penguatan sistem keamanan digital dinilai menjadi faktor utama untuk menjaga kepercayaan nasabah sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap PAD NTB pada tahun-tahun mendatang.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
