"Saya sudah sering mengatakan, tidak ada yang lebih besar daripada Timnas Prancis. Jadi, ini adalah kebahagiaan dan tentu sebuah kehormatan besar bisa menjadi pelatih Timnas Prancis," kata Zidane.
Ia mengakui jabatan tersebut membawa tanggung jawab besar sekaligus tantangan baru dalam karier kepelatihannya.
"Ini juga merupakan sebuah tanggung jawab. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo, komite eksekutif, dan Federasi Sepak Bola Prancis yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Saya juga menghargai 14 tahun pengabdian Didier dan seluruh stafnya," ujarnya.
Zidane juga mengenang seluruh pelatih yang pernah membimbingnya sejak masih menjadi pemain profesional. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memimpin generasi baru sepak bola Prancis.
"Hari ini saya juga memiliki kenangan istimewa terhadap semua pelatih saya. Tidak perlu diragukan lagi, saya memiliki ambisi yang sangat besar untuk Timnas Prancis," ucapnya.
Dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030, Zidane akan memimpin proses regenerasi skuad Les Bleus menuju sejumlah agenda besar, termasuk Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030. Target utamanya adalah mengembalikan Prancis ke puncak dunia setelah langkah mereka terhenti di semifinal Piala Dunia 2026.
Selain membangun generasi baru, Zidane diperkirakan akan mengandalkan kombinasi pemain senior dan talenta muda Prancis yang saat ini tersebar di berbagai kompetisi elite Eropa. Kehadirannya juga diharapkan membawa filosofi permainan menyerang yang menjadi ciri khasnya ketika menangani Real Madrid.
Editor : Purnawarman
