LOMBOK, iNewsLombok.id - Didier Deschamps resmi mengakhiri pengabdiannya sebagai pelatih Timnas Prancis setelah memimpin Les Bleus selama 14 tahun. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) langsung menunjuk legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, sebagai suksesor dengan kontrak hingga berakhirnya Piala Dunia 2030.
Penunjukan Zidane menjadi awal babak baru bagi Timnas Prancis setelah kegagalan mereka melaju ke final Piala Dunia 2026. Les Bleus harus mengakhiri perjuangan di semifinal usai dikalahkan Spanyol, sekaligus menutup era kepelatihan Deschamps yang penuh prestasi.
Sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola Prancis, Zidane memiliki rekam jejak yang sulit ditandingi. Saat masih aktif bermain, ia menjadi motor utama keberhasilan Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.
Karier kepelatihannya pun tidak kalah gemilang. Bersama Real Madrid, Zidane mempersembahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun pada 2016, 2017, dan 2018—prestasi yang belum pernah dicapai pelatih lain di era Liga Champions modern. Ia juga sukses membawa Los Blancos meraih dua gelar Liga Spanyol, dua Piala Dunia Antarklub, serta sejumlah trofi bergengsi lainnya.
Meski telah meninggalkan Real Madrid sejak 2021, nama Zidane terus dikaitkan dengan berbagai klub elite Eropa. Namun, pria berusia 54 tahun itu memilih menunggu kesempatan menangani Timnas Prancis, pekerjaan yang selama ini disebut-sebut sebagai impiannya.
Zidane: Tidak Ada yang Lebih Besar dari Timnas Prancis
Usai diperkenalkan secara resmi sebagai pelatih anyar Les Bleus, Zidane mengaku sangat bangga akhirnya dipercaya memimpin tim nasional negaranya.
Editor : Purnawarman
