Kasus Bullying di Mataram Masih Terjadi, Wali Kota Mohan Tekankan Perlindungan Anak di Ruang Digital
LOMBOK, iNewsLombok.id - Kasus perundungan atau bullying terhadap anak di Kota Mataram masih ditemukan. Namun, jumlahnya dinilai relatif kecil jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lain di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Joko Jumadi, mengatakan pihaknya hingga kini masih menerima laporan terkait kasus perundungan. Karena itu, edukasi kepada sekolah, orang tua, dan masyarakat terus dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.
"Ada tetapi kita masih berusaha melakukan edukasi," ungkapnya, Kamis (23/7/2026), saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional dengan tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" yang digelar Pemerintah Kota Mataram di Lapangan Sangkareang.
Menurut Joko, laporan yang diterima masih tergolong sedikit jika dibandingkan dengan daerah lainnya di NTB.
"Masih beberapa ada laporan tapi angkanya kecil dibanding daerah lain," ungkapnya.
Ia menilai pencegahan melalui edukasi menjadi langkah penting agar kasus perundungan tidak meningkat. Selain di lingkungan sekolah, pengawasan orang tua juga diperlukan mengingat interaksi anak kini semakin banyak berlangsung di media sosial dan ruang digital.
Sementara itu, Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam memenuhi hak-hak anak, termasuk memberikan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, baik di lingkungan sosial maupun dunia digital.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
