Alfisahrin menilai seluruh kemungkinan politik masih terbuka menjelang Pemilu 2029.
“Kita tunggu saja perkembangan. Jika sampai menjelang Pemilu berikutnya peluang Iqbal tetap tipis memimpin Gerindra NTB. Risiko terburuknya Iqbal hijrah ke PSI tampak lebih realistis daripada memaksakan diri masuk ke Demokrat. Semua orang tahu PSI memang belum sebesar Demokrat atau Gerindra di NTB, tetapi dalam politik berbasis figuritas dan populisme sebuah partai dapat dibesarkan oleh figur yang kuat. Sebaliknya, figur yang kuat sering kali justru tenggelam di partai yang ruang kepemimpinannya sudah dipenuhi elite lama,” pungkasnya.
Gerindra NTB Tegaskan Iqbal Tetap Kader Loyal
Sebelumnya, Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD Partai Gerindra NTB yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB, Sudirsah Sujanto, membantah berbagai spekulasi yang menyebut Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal akan meninggalkan Partai Gerindra dan bergabung dengan partai politik lain.
Menurut Sudirsah, isu tersebut tidak memiliki dasar kuat. Ia menegaskan Iqbal merupakan kader resmi Gerindra yang memiliki hubungan politik maupun emosional yang sangat baik dengan jajaran pengurus daerah hingga elite DPP.
“Perlu saya tegaskan bahwa Miq Gub Lalu Muhamad Iqbal telah menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra secara langsung dari Bapak Prabowo Subianto di Hambalang pada saat Kongres Partai Gerindra. Itu bukan hal biasa. Beliau adalah kader istimewa yang menerima KTA langsung dari Ketua Umum Partai Gerindra,” tegas Sudirsah, Rabu (1/7/2026).
Ia meyakini peluang Iqbal berpindah partai sangat kecil karena selama ini dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi komitmen dan loyalitas terhadap organisasi yang telah mengusungnya hingga menjadi Gubernur NTB.
“Saya meyakini sangat sulit bagi Miq Gub untuk berpindah ke partai lain. Kita semua mengetahui bahwa beliau adalah sosok yang sangat memegang komitmen, menjaga loyalitas, dan menghormati proses perjuangan politik yang telah dibangun bersama,” ujarnya.
Sudirsah juga menyampaikan hubungan komunikasi Iqbal dengan jajaran DPP Gerindra berjalan sangat baik. Kedekatan itu terjalin dengan sejumlah tokoh partai, seperti Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta pengurus pusat lainnya.
“Hubungan beliau dengan para petinggi DPP sangat dekat dan terjaga dengan baik. Ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa saya menilai berbagai spekulasi yang berkembang saat ini tidak berdasar,” katanya.
Di tingkat daerah, komunikasi Gubernur NTB dengan jajaran DPD Gerindra NTB juga disebut berlangsung harmonis.
“Komunikasi beliau dengan kami di DPD Partai Gerindra NTB sangat baik. Dalam berbagai agenda dan kegiatan partai, beliau selalu hadir. Hubungan beliau dengan Ketua DPD, Sekretaris DPD, Bendahara DPD, serta seluruh anggota Fraksi Gerindra DPRD NTB berlangsung sangat intens, produktif, dan harmonis,” ungkap Sudirsah.
Ia menilai kontribusi Iqbal terhadap perjuangan politik Gerindra di NTB sangat nyata.
“Kontribusi Miq Gub terhadap Partai Gerindra sangat nyata. Beliau tidak hanya hadir sebagai kepala daerah yang diusung Gerindra, tetapi juga sebagai kader yang terus membangun komunikasi, menjaga kebersamaan, dan memperkuat konsolidasi politik partai di NTB,” ujarnya.
Sudirsah juga menegaskan bahwa seluruh keputusan mengenai kepengurusan Partai Gerindra merupakan kewenangan DPP.
“Perlu dipahami bahwa terkait kepengurusan partai merupakan kewenangan penuh DPP. Sampai hari ini tidak ada pergantian kepengurusan DPD maupun DPC Partai Gerindra di seluruh Indonesia. Karena itu, saya mengajak semua pihak untuk tidak membangun asumsi ataupun narasi yang tidak berdasar,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pihak menghentikan spekulasi politik dan lebih fokus mengawal pembangunan daerah.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk menghentikan spekulasi yang tidak memiliki landasan fakta. Miq Gub Lalu Muhamad Iqbal adalah kader Partai Gerindra yang loyal, memiliki hubungan yang baik dengan seluruh jajaran partai, dan sampai saat ini tetap berkomitmen membesarkan Partai Gerindra. Mari kita fokus mengawal pembangunan NTB daripada membangun asumsi-asumsi politik yang tidak perlu,” pungkasnya.
Pengamat Nilai Posisi Politik Iqbal Masih Belum Sepenuhnya Aman
Di sisi lain, pengamat politik UIB, Dr. Alfisahrin, menilai posisi politik Lalu Muhamad Iqbal di internal Partai Gerindra masih belum sepenuhnya pasti. Ia menyebut kemenangan Iqbal pada Pilkada NTB 2024 belum otomatis berbanding lurus dengan peluang memimpin DPD Gerindra NTB.
“Menurut penilaian saya ada semacam anomali posisi politik Pak Iqbal pasca jadi Gubernur NTB. Dia seperti sengaja digantung, tidak punya kepastian mendapatkan restu pusat untuk memimpin Gerindra NTB. Padahal, di tengah ancang-ancang serta pertarungan sengit di internal kader menjelang Pemilu 2030, seharusnya sudah ada sinyal yang mengerucut kepada Pak Iqbal sebagai Ketua Gerindra NTB,” ujar Alfisahrin.
Menurutnya, persaingan internal yang semakin ketat membuat peluang Iqbal belum sepenuhnya aman.
“Sebaliknya saya lihat justru terkesan kans Pak Iqbal makin tipis karena ketatnya dinamika internal kader yang berebut tiket dan restu elite untuk memimpin Gerindra NTB,” katanya.
Ia menjelaskan, kehati-hatian DPP Gerindra dapat dipahami karena Iqbal bukan kader yang tumbuh melalui proses kaderisasi panjang di internal partai.
Meski demikian, Alfisahrin menilai peluang Iqbal belum sepenuhnya tertutup.
“Kekuatan utama gravitasi politik Iqbal sejak awal memang ada pada Partai Gerindra. Berkaca dari Pilkada sebelumnya, kapasitas Iqbal sudah teruji, beliau mumpuni dan strateginya cerdas sehingga mampu merebut banyak dukungan partai-partai besar. Artinya peluang memimpin Gerindra NTB masih terbuka lebar,” ungkapnya.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan DPP Gerindra.
“Kesulitan Iqbal mengambil alih pucuk pimpinan Gerindra NTB, hemat saya karena model pengambilan keputusan yang sentralistik bergantung di pusat,” jelasnya.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
