Kloter tersebut merupakan jemaah asal Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu. Sebelumnya, jumlah jemaah dalam kloter ini tercatat sebanyak 388 orang.
Lalu Amin menjelaskan, terdapat satu jemaah yang harus mendapatkan rujukan sebelum keberangkatan dari Bandara Jeddah, sehingga jumlah yang kembali ke Indonesia berkurang menjadi 387 orang.
"Satu jemaah dirujuk sebelum keberangkatan menuju Bandara Jeddah sehingga jumlah yang kembali ke Tanah Air menjadi 387 orang," jelasnya.
Selain itu, Kanwil Kemenhaj NTB juga mencatat jumlah jemaah kategori risiko tinggi (risti) cukup besar. Hingga saat ini terdapat 2.579 jemaah risti, termasuk 305 orang dari Kloter 11 yang baru tiba.
Dari sisi usia, jemaah tertua pada Kloter 11 berusia 95 tahun, sedangkan jemaah termuda berusia 18 tahun.
Untuk mendukung kepulangan jemaah, proses penanganan barang bawaan juga terus dilakukan. Hingga hari ke-14 tercatat sebanyak 4.313 tas bagasi, 4.313 tas kabin, 246 kursi roda, dan empat tongkat yang dibawa kembali oleh jemaah.
Sementara pada Kloter 11, tercatat 388 tas bagasi, 388 tas kabin, serta 38 kursi roda.
"Koper dan bagasi tetap berjumlah 388 PCS meskipun satu jemaah dirujuk sebelum keberangkatan," kata Lalu Amin.
Dengan selesainya pemulangan 11 kloter tersebut, operasional Debarkasi Lombok masih akan berlanjut hingga seluruh jemaah haji NTB yang berada di Tanah Suci kembali ke daerah masing-masing. Pemantauan kesehatan, distribusi barang bawaan, serta pelayanan kepulangan menjadi bagian dari tahapan akhir penyelenggaraan ibadah haji.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
