“Tapi, para unsur pimpinan yang harus harus setia kepada NKRI, bukan rakyat, rakyat pasti setia. Enggak ada pilihan,” kata Prabowo.
Ia juga mengkritik sejumlah pihak yang dinilai hanya lantang menyuarakan nasionalisme, namun tidak menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat ketika memegang kekuasaan.
“Ini banyak unsur pimpinan. Teriak-teriak NKRI, tapi enggak jelas. Begitu punya kekuasaan. Tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Pernyataan Presiden Prabowo muncul di tengah perhatian publik terhadap pergerakan kurs rupiah dan kondisi ekonomi global yang masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik, inflasi dunia, hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar.
Data Bank Indonesia sebelumnya menunjukkan stabilitas ekonomi domestik masih ditopang konsumsi rumah tangga, sektor pertanian, serta ketahanan cadangan devisa nasional. Pemerintah juga terus memperkuat program ketahanan pangan dan hilirisasi energi untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
