Direktur RSUP NTB Pastikan Pelayanan Haji 2026 Berjalan Optimal Meski Masih Punya Utang

Purnawarman
Direktur RSUP NTB, Dokter Asrul Sani. (Foto: iNewsLombok.id/Purnawarman)

Selain pelayanan kesehatan haji, RSUP NTB juga memastikan kesiapan menghadapi berbagai potensi kasus kesehatan lainnya, termasuk kejadian luar biasa (KLB) seperti campak yang sempat muncul di beberapa wilayah.

Sebagai rumah sakit rujukan utama, RSUP NTB siap menerima pasien dari kabupaten/kota jika penanganan lanjutan diperlukan. Namun demikian, penanganan awal tetap dilakukan di fasilitas kesehatan daerah masing-masing.

Tidak hanya fokus pada pelayanan medis, manajemen RSUP NTB juga tengah melakukan pembenahan serius terhadap kondisi keuangan rumah sakit. Saat ini, sisa utang rumah sakit tercatat sekitar Rp41 miliar dari total sebelumnya sebesar Rp91 miliar.

Sebagian besar utang tersebut berasal dari kebutuhan operasional rumah sakit, khususnya pengadaan obat-obatan dan layanan pendukung medis lainnya.

“Insya Allah dalam satu bulan ini atau paling lambat bulan depan, kami targetkan bisa melunasi sisa utang tersebut,” ujarnya.

Asrul memastikan bahwa meskipun masih memiliki kewajiban pembayaran utang, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Ketersediaan obat-obatan, layanan rawat inap, hingga layanan BPJS dan pasien umum tidak mengalami gangguan.

Pelunasan utang tersebut bersumber dari anggaran rumah sakit berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), termasuk pendapatan dari pelayanan pasien BPJS Kesehatan serta pasien umum.

Ke depan, RSUP NTB berkomitmen memperkuat tata kelola keuangan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Langkah yang dilakukan meliputi penguatan kontrol anggaran, efisiensi operasional, evaluasi kerja sama, hingga peninjauan ulang berbagai regulasi internal.

Selain itu, pembenahan sarana dan prasarana juga menjadi prioritas utama. Asrul mengakui bahwa peningkatan fasilitas rumah sakit masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan demi meningkatkan mutu pelayanan.

“Kami sedang dalam proses mendalami berbagai aspek, termasuk regulasi dan kerja sama. Tujuannya agar ke depan manajemen rumah sakit lebih baik dan pelayanan semakin optimal,” terangnya.

Dengan kesiapan layanan haji, pembenahan keuangan, dan peningkatan fasilitas yang terus dilakukan, RSUP NTB diharapkan semakin kuat menjadi rumah sakit rujukan utama di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Editor : Purnawarman

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network