LOMBOK, iNewsLombok.id - Target ambisius Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2050 menuai sorotan dari legislatif. Dalam dokumen Rencana Umum Energi Daerah (RUED), NTB memasang target 10 tahun lebih cepat dibanding target nasional 2060.
Namun, Anggota DPRD NTB dari Fraksi PKS, Sambirang Ahmadi, mempertanyakan kesiapan riil daerah dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon tersebut.
“Soal deforestasi dan ilegal logging saja kita belum bisa selesaikan. Sehingga saya tidak yakin pembangunan rendah karbon ini bisa terealisasi,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).
Luas Hutan Tak Seimbang dengan Aparat Pengawas
Menurut Sambirang, persoalan mendasar yang belum tuntas adalah pengawasan kawasan hutan. Ia menilai luas hutan NTB yang mencapai lebih dari satu juta hektare belum diimbangi dengan jumlah aparat yang memadai.
“Luas hutan NTB lebih dari 1 juta hektare, tapi berapa polisi hutan yang kita punya. Ini tidak sinkron dengan keinginan pemerintah untuk melestarikan lingkungan,” tegas Sambirang.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
