LOMBOK, iNewsLombok.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, menegaskan bahwa pemerintah saat ini sedang fokus membangun perubahan besar dalam pola pemenuhan gizi nasional sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia Indonesia.
“Upaya ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memastikan setiap anak dan kelompok rentan memperoleh asupan gizi seimbang yang mendukung tumbuh kembang optimal, peningkatan daya tahan tubuh, serta kapasitas belajar dan produktivitas,” ujar Muazzim Akbar, Selasa (9/2/2026).
Upaya mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan oleh Komisi IX DPR RI bersama mitra kerjanya, Badan Gizi Nasional (BGN).
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di BLKDLN NTB, Kota Mataram, Lombok Barat.
Program MBG merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Program ini diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan produktif menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ia menjelaskan, keberhasilan program MBG tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergi kuat lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga masyarakat secara luas.
Menurut Muazzim, pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama dalam memastikan manfaat program dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah terpencil.
“Ke depan, komitmen bersama dalam menjaga kualitas, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan program menjadi prioritas utama. Dengan dukungan seluruh elemen bangsa, program pembangunan gizi diharapkan mampu menekan angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda, serta menghadirkan dampak nyata bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sebagai informasi tambahan, Program MBG dibentuk langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin pemenuhan gizi masyarakat. Program ini menargetkan pemberian makanan bergizi kepada anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok rentan lainnya.
Di tingkat daerah, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota juga didorong untuk menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti dapur sehat, distribusi pangan lokal, serta edukasi gizi berbasis komunitas.
Selain meningkatkan status gizi, program ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM pangan dan petani.
Kebijakan MBG sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo untuk melahirkan generasi emas pada tahun 2045, yakni generasi yang unggul secara fisik, cerdas secara intelektual, serta kuat secara karakter dalam menghadapi tantangan global di masa depan.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
