JAKARTA, iNewsLombok.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, meminta seluruh mitra Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) untuk merangkul kantin sekolah serta pedagang makanan di lingkungan sekolah penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah tersebut dinilai penting agar program MBG tidak mematikan mata pencaharian pedagang kecil, melainkan justru menjadi penggerak ekonomi lokal di sekitar sekolah. Para mitra SPPG diminta memberdayakan kantin dan pedagang dengan memberikan pesanan produksi makanan yang akan disuplai ke dapur SPPG.
Menurut Nanik, bentuk pemberdayaan itu dapat dilakukan dengan memesan produk makanan seperti roti, aneka kue, bakso segar rumahan, nugget segar rumahan, hingga makanan pendamping bergizi lainnya yang memenuhi standar gizi.
Ia menyoroti munculnya keluhan di sejumlah daerah terkait sepinya kantin sekolah dan menurunnya omzet pedagang bakso maupun jajanan setelah program MBG berjalan. Kondisi tersebut, kata dia, harus dijawab dengan kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kecil.
“Kepada para mitra SPPG, yang ngeluh kantinnya mati, tolong order roti dan sebagainya, bisa bakso, bisa nugget, ke kantin-kantin sekolah. Sertakan orang tua murid untuk membuat,” ucap Nanik dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Lebih lanjut, Nanik menegaskan bahwa upaya merangkul dan memberdayakan pedagang makanan di sekitar sekolah penerima MBG bukan sekadar inisiatif sosial, melainkan amanat langsung Presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
