Jembatan Perigi diketahui menjadi akses vital yang menghubungkan Kecamatan Suela dan Kecamatan Pringgabaya. Setiap hari, jalur ini digunakan oleh pelajar, guru, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang membutuhkan akses ke puskesmas dan pusat pelayanan publik lainnya.
Tak hanya itu, jembatan tersebut juga berfungsi sebagai jalur distribusi hasil pertanian warga, seperti jagung, srikaya, dan komoditas hortikultura, yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal dengan nilai perputaran mencapai miliaran rupiah per tahun.
Dibangun dengan Jembatan Bailey, Rampung dalam 10 Hari
Setibanya di lokasi, Gubernur disambut masyarakat bersama Kepala BPBD Lombok Timur dan Kepala Dinas Sosial Lombok Timur. Berdasarkan laporan lapangan, jembatan darurat tersebut telah rampung dan kini siap digunakan.
Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menormalkan kembali kehidupan warga terdampak.
“Fokus kita sekarang adalah bagaimana menormalisasi kehidupan masyarakat. Jembatan Bailey ini bisa selesai cepat berkat dukungan TNI. Saya menghubungi langsung Pangdam dan Danrem 162/WB agar pengerjaannya dipercepat,” ujar Miq Iqbal.
Ia menjelaskan, jembatan darurat ini dibangun menggunakan Jembatan Bailey dengan bentang 18 meter dan lebar 4 meter, yang dipinjam dari Pangdam IX/Udayana. Anggaran difokuskan pada proses mobilisasi dan pemasangan.
Sebelumnya, material jembatan berada di Pulau Jawa sehingga membutuhkan waktu pengiriman. Dalam masa darurat, warga sempat membangun akses sementara dari bambu.
Berkat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat, jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari.
Gubernur juga meminta BPBD Lombok Timur segera melakukan penyempurnaan, termasuk pemasangan pembatas pengaman dan tangga demi keselamatan pengguna.
Warga Bersyukur, Aktivitas Kembali Normal
Respons cepat pemerintah disambut antusias oleh warga. Sidik, salah seorang warga Desa Perigi, mengaku tidak menyangka penanganan dilakukan secepat itu.
“Kami tidak menyangka bisa secepat ini ditangani. Biasanya pemerintah janji, lama baru ditepati. Sekarang seperti mimpi, alhamdulillah jembatan sudah jadi. Kami sangat bersyukur,” ujarnya.
Dengan kembali berfungsinya jembatan tersebut, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan warga kini berangsur normal.
Kunjungan ke Desa Jurit dan Komitmen Bangun Akses Permanen
Usai dari Perigi, Gubernur melanjutkan peninjauan ke Desa Jurit, untuk melihat kondisi jembatan lain yang juga putus akibat banjir. Jembatan ini menghubungkan Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, dengan Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik.
Miq Iqbal menegaskan bahwa akses tersebut harus segera dipulihkan karena berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi warga, terlebih Lendang Nangka Utara masih masuk kategori wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem cukup tinggi.
“Ini akan segera kita bahas dengan Pak Bupati Lombok Timur agar segera dibangun. Harus ada solusi sementara dan permanen,” tegasnya.
Pencegahan Bencana dan Dukungan Anggaran APBD 2026
Dalam rangkaian kunjungan, Gubernur juga melaksanakan Salat Jumat dan bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Nurul Hidayah, Dusun Benteng Selatan, Desa Lendang Nangka Utara.
Ia mengajak masyarakat memperkuat budaya gotong royong, khususnya menjaga kebersihan sungai dan drainase sebagai langkah mitigasi bencana.
Di dua lokasi kunjungan, Pemprov NTB turut menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak melalui Dinas Sosial P3A Provinsi NTB dan Baznas Provinsi NTB, berupa bahan pangan, perlengkapan rumah tangga, dan kebutuhan darurat lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsnaul Khalik, memastikan bahwa penanganan kerusakan akibat banjir di wilayah lain, termasuk di Pulau Sumbawa, akan didukung melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2026.
Ia menegaskan, alokasi anggaran akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan, dampak langsung terhadap masyarakat, serta kemampuan fiskal daerah.
Dalam waktu dekat, Gubernur NTB juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah terdampak banjir di Pulau Sumbawa untuk memperkuat koordinasi dan percepatan pemulihan.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
