Selain kecelakaan, bencana hidrometeorologi juga menjadi ancaman serius. BMKG memprediksi potensi hujan lebat, banjir, dan longsor di jalur utama seperti Pantura, Jalur Selatan Jawa, serta beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan.
Abdul Hadi menekankan pentingnya koordinasi cepat antara Kementerian Perhubungan, BMKG, Kementerian PUPR, dan pemerintah daerah dalam penanganan darurat.
Kemacetan di jalan tol dan non-tol masih menjadi persoalan klasik. Meski lalu lintas tol berkurang pada 2024, jalur arteri justru semakin padat. Rest area pun kerap penuh, membuat pemudik kesulitan beristirahat.
Pemerintah berencana menambah rest area dan buffer zone di pelabuhan penyeberangan, namun realisasinya harus dipercepat sebelum arus mudik memuncak.
Bagi pengguna angkutan umum, keterbatasan tiket dan harga yang tinggi masih menjadi kendala. Kereta api dan pesawat tetap menjadi favorit karena lebih nyaman, tetapi kapasitas terbatas dan harga tiket yang mahal membuat banyak masyarakat kesulitan mendapatkan akses transportasi yang layak.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait