LOMBOK, iNewsLombok.id – Anggota DPRD NTB, Akhdiansyah, menyoroti kondisi darurat ekologis yang terjadi di Bima dan Dompu akibat penggundulan hutan dan alih fungsi lahan secara masif. Dalam resesnya, ia menemukan berbagai persoalan yang mendesak untuk segera ditangani oleh Pemerintah Provinsi NTB.
Menurut Akhdiansyah, maraknya pembukaan lahan untuk perkebunan jagung telah menyebabkan hutan dan gunung di wilayah tersebut semakin gundul. Selain itu, sistem irigasi yang tidak tertata dengan baik turut memperparah kondisi lingkungan dan ketahanan pangan masyarakat.
"Harus ada solusi konkret dari Pemprov NTB, termasuk upaya penghijauan kembali hutan yang sudah rusak, serta pembatasan lahan jagung agar ekosistem tetap terjaga," ujarnya, Kamis (27/2/2025).
Lebih lanjut, Akhdiansyah juga menyoroti luasnya lahan jagung yang mencapai 60 ribu hektare di hutan masyarakat. Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi permasalahan ini, termasuk memastikan harga eceran terendah (HET) jagung menjelang panen, seperti yang pernah dilakukan oleh Penjabat (Pj) Gubernur sebelumnya melalui koordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan Pelabuhan Nusantara di wilayah tersebut untuk memperlancar mobilisasi ekonomi, terutama distribusi hasil panen jagung.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait