Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Banggar DPRD NTB: Percepatan Jalan Bisa Lewat Nota Kesepakatan Gubernur dan DPRD
Advertisement . Scroll to see content

Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang: Jangan Biarkan Efek MotoGP Mandalika Hanya Berhenti di Sirkuit

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:49 WIB
  • author Purnawarman
Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang: Jangan Biarkan Efek MotoGP Mandalika Hanya Berhenti di Sirkuit
Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi menyoroti pentingnya memperluas dampak ekonomi MotoGP Mandalika bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal. (Foto: iNewsLombok.id)

Dampak Ekonomi Sudah Terlihat

Optimisme terhadap dampak ekonomi MotoGP memiliki sejumlah landasan empiris.

Kajian Taupikurrahman dan Suwandana pada 2022 melalui pendekatan Inter-Regional Input-Output (IRIO) mengestimasi dampak MotoGP 2022 terhadap output sebesar Rp606,92 miliar, nilai tambah Rp315,94 miliar, upah tenaga kerja Rp137,67 miliar, dan potensi pajak Rp14,25 miliar.

Angka tersebut merupakan hasil estimasi pemodelan ekonomi sehingga tidak dapat disamakan begitu saja dengan realisasi penerimaan daerah. Namun, kajian itu memberikan gambaran mengenai potensi efek berantai yang dapat ditimbulkan sebuah event olahraga berskala internasional.

Kajian terbaru Kementerian PPN/Bappenas bersama ITDC dan sejumlah lembaga terkait juga memberikan gambaran lebih luas. Dalam kajian MotoGP Mandalika 2025 yang diluncurkan 30 September 2026, Bappenas memperkirakan dampak ekonomi nasional mencapai sekitar Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun, mencakup dampak langsung, tidak langsung, dan lanjutan. Survei tersebut melibatkan lebih dari 1.800 responden dari penonton, wisatawan, UMKM, tenaga kerja, dan sponsor.

Kajian yang sama memperkirakan eksposur Mandalika berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekitar 11 persen apabila diikuti promosi destinasi yang terintegrasi. Potensi tambahan belanja wisatawan juga diperkirakan mencapai sekitar Rp44,5 miliar.

Sementara itu, studi yang disusun Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB) dan dipublikasikan ITDC memperkirakan dampak ekonomi nasional MotoGP 2025 mencapai Rp4,96 triliun. Perbedaan angka dengan kajian Bappenas berkaitan dengan metode, cakupan, asumsi multiplier, dan pendekatan pengukuran yang digunakan.

Karena itu, Sambirang menilai angka dampak ekonomi tidak seharusnya sekadar dijadikan klaim keberhasilan.

"Pemerintah perlu melihat apakah manfaat tersebut benar-benar masuk ke rantai usaha masyarakat lokal,"terangnya.

Jangan Hanya Ramai Saat MotoGP

Ukuran keberhasilan, menurutnya, tidak cukup hanya berdasarkan jumlah penonton. Indikator yang lebih penting mencakup lama tinggal wisatawan, belanja terhadap produk lokal, nilai tambah, penciptaan lapangan kerja, perluasan pasar, serta keterkaitan antara pelaku usaha di berbagai sektor.

Dalam bahasa praktis, setiap kamar hotel yang terisi seharusnya menciptakan peluang bagi pemasok pangan lokal. Restoran yang ramai dapat menjadi pasar bagi hasil pertanian, perikanan, dan produk olahan masyarakat.

Begitu pula wisatawan yang membawa pulang produk NTB berpotensi menjadi promotor sekaligus calon konsumen baru bagi produk daerah.

Karena itu, momentum MotoGP dapat digunakan untuk mempertemukan kebutuhan industri pariwisata dengan kapasitas produsen daerah.

Dinas yang membidangi perdagangan dan perindustrian, pertanian, kelautan dan perikanan, pengelola kawasan, asosiasi hotel dan restoran, serta pelaku UMKM perlu memperkuat business matching, kurasi produk, standar mutu, kemasan, sertifikasi, dan kepastian pasokan.

Pendekatannya tidak cukup berupa bazar selama tiga hari. Yang jauh lebih penting adalah menciptakan hubungan bisnis yang berulang dan berkelanjutan sepanjang tahun.

Produk Lokal Harus Naik Kelas

Sambirang juga menilai penguatan industri pengolahan menjadi kunci agar komoditas NTB tidak terus dijual dalam bentuk bahan mentah.

Tenun, kerajinan, pangan olahan, kopi, hasil laut, hingga produk ekonomi kreatif dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing lebih tinggi.

Produk-produk tersebut sekaligus dapat menjadi bagian dari pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke Mandalika.

Jika memenuhi standar kualitas dan sertifikasi yang dibutuhkan, jaringan wisatawan serta pelaku bisnis internasional yang datang melalui MotoGP juga dapat menjadi pintu masuk promosi menuju pasar ekspor.

Dengan demikian, Mandalika tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya balapan, tetapi juga menjadi etalase bagi produk perdagangan dan industri NTB.

Manfaat Harus Menyebar ke Lombok dan Sumbawa

Efek MotoGP juga dinilai perlu diperluas melalui konektivitas destinasi wisata antardaerah.

Wisatawan yang datang ke Mandalika dapat didorong untuk memperpanjang masa tinggal dengan menawarkan paket perjalanan menuju berbagai destinasi di Lombok dan Pulau Sumbawa.

Sembalun, Senggigi, Gili Tramena, desa-desa wisata, hingga destinasi hiu paus di Teluk Saleh dapat dikembangkan dalam paket wisata yang terintegrasi.

Semakin lama wisatawan tinggal dan semakin banyak daerah yang dikunjungi, semakin luas pula sebaran manfaat ekonominya.

Data penyelenggaraan 2025 menunjukkan besarnya potensi tersebut. ITDC mencatat 140.324 penonton selama MotoGP 2025. Okupansi hotel mencapai 100 persen di kawasan Mandalika, rata-rata 93 persen di Pulau Lombok, dan sekitar 90 persen di Kota Mataram. Lebih dari 600 UMKM lokal terlibat dan lebih dari 3.000 tenaga kerja terserap, dengan sekitar 67 persen berasal dari Lombok Tengah.

Dari sisi konektivitas, penyelenggaraan MotoGP 2025 juga mendorong penambahan 44 penerbangan ekstra menuju NTB selama periode event.

Data tersebut menunjukkan bahwa dampak MotoGP telah bergerak melewati pagar sirkuit. Tantangannya sekarang adalah memperbesar dan memperluas manfaat tersebut.

Lima Langkah Akselerasi

Untuk memperkuat kontribusi MotoGP terhadap pembangunan NTB, setidaknya terdapat lima langkah yang dapat dilakukan secara kolaboratif.

Pertama, memetakan kebutuhan belanja industri pariwisata sekaligus kapasitas pemasok lokal. Dengan begitu, peluang kemitraan pangan, kerajinan, transportasi, dan jasa dapat ditindaklanjuti secara terukur.

Kedua, memperluas temu bisnis, pendampingan standar produk, kemasan, sertifikasi, serta akses pembiayaan bagi IKM dan UMKM agar mampu menjadi pemasok tetap.

Ketiga, mengintegrasikan promosi MotoGP dengan paket wisata lintas Lombok–Sumbawa serta etalase produk unggulan daerah, termasuk membuka peluang perdagangan antardaerah dan pasar ekspor.

Keempat, memperkuat pelatihan vokasi, kemampuan bahasa asing, keterampilan digital, pelayanan wisata, manajemen acara, logistik, dan standar mutu agar semakin banyak tenaga kerja lokal masuk ke pekerjaan produktif.

Kelima, membangun sistem pemantauan dampak tahunan dengan indikator yang konsisten, mulai dari nilai tambah, belanja produk lokal, kesempatan kerja, lama tinggal wisatawan hingga manfaat fiskal sesuai kewenangan.

Lima langkah tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, ITDC, MGPA, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat.

Mesin Ekonomi Harus Berputar Sepanjang Tahun

Lima tahun penyelenggaraan MotoGP telah memberikan NTB pengalaman menggelar event olahraga dunia sekaligus membuka akses terhadap perhatian dan pasar internasional.

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan reputasi global Mandalika tidak berhenti sebagai citra destinasi.

Deru mesin MotoGP memang hanya terdengar sepanjang akhir pekan. Namun, mesin produktivitas, investasi, perdagangan, dan kesejahteraan yang lahir dari event tersebut seharusnya dapat terus bekerja sepanjang tahun.

Di situlah, menurut Sambirang, nilai strategis Mandalika menemukan makna yang lebih besar: bukan hanya menjadi panggung olahraga dunia, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat menuju NTB yang semakin makmur dan mendunia.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut