Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang: Jangan Biarkan Efek MotoGP Mandalika Hanya Berhenti di Sirkuit
LOMBOK, iNewsLombok.id — Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, menilai gelaran MotoGP Mandalika harus dimanfaatkan lebih jauh untuk memperkuat perekonomian masyarakat dan pembangunan daerah.
MotoGP Mandalika 2026 berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah. Gelaran tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima sejak Mandalika masuk kembali ke kalender MotoGP pada 2022.
Menurut Sambirang, kehadiran ajang balap motor dunia tersebut tidak semestinya hanya diukur dari jumlah penonton atau kemeriahan selama race weekend. Reputasi internasional Mandalika, menurutnya, harus dihubungkan dengan perdagangan, industri, pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB.
Peluang tersebut dinilai sejalan dengan arah RPJMD NTB 2025–2029 yang mengusung visi “Bangkit Bersama Menuju NTB Sebagai Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia”.
"Tiga agenda besar pembangunan, yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan dan industri agromaritim, serta pengembangan pariwisata mendunia, dinilai dapat dipertemukan melalui ekosistem MotoGP,"tegas Sambirang, Sabtu (10/10/2026).
Pariwisata menciptakan permintaan, sementara petani, nelayan, pengrajin, pelaku industri kecil, UMKM, dan penyedia jasa lokal dapat menjadi pemasok kebutuhan tersebut.
Dengan pola seperti itu, aktivitas MotoGP tidak berhenti pada transaksi selama tiga hari perlombaan, tetapi dapat menciptakan rantai ekonomi yang berlangsung sepanjang tahun.
Editor: Purnawarman