Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Diduga Mantan Napi Tipikor Lolos Seleksi KPID NTB, Ketua Pansel Buka Suara
Advertisement . Scroll to see content

Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim Al Madani Wafat Usai Kumandangkan Azan Subuh

Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB
  • author iNews.id
Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim Al Madani Wafat Usai Kumandangkan Azan Subuh
Muazin Masjidil Haram Sheikh Ibrahim bin Adel Al Madani, yang wafat pada usia 51 tahun setelah bertahun-tahun mengumandangkan azan di Masjidil Haram. (Foto: istimewa)

MAKKAH, iNewsLombok.id – Kabar duka datang dari Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Muazin Masjidil Haram, Sheikh Ibrahim bin Adel Al Madani, meninggal dunia pada Senin (21/9/2026) dalam usia 51 tahun.

Kabar wafatnya Sheikh Ibrahim disampaikan melalui sejumlah pihak yang berkaitan dengan Dua Masjid Suci dan kemudian diberitakan media Arab Saudi. Kabar tersebut juga memicu ungkapan duka di media sosial, dengan sejumlah pengguna membagikan kembali rekaman suara azan dan takbirnya di Masjidil Haram.

Kepergian Sheikh Ibrahim menjadi perhatian karena pada Senin dini hari ia masih terdengar mengumandangkan azan Subuh di Masjidil Haram. Rekaman tersebut kemudian kembali beredar setelah kabar wafatnya tersiar.

Media Saudi Gazette melaporkan Sheikh Ibrahim merupakan salah satu dari 24 muazin utama Masjidil Haram. Dari jumlah tersebut, enam muazin bertugas secara bergiliran setiap hari untuk mengumandangkan azan lima waktu, termasuk azan pertama sebelum salat Subuh.

Selain mengumandangkan azan, Sheikh Ibrahim juga menjalankan tugas tabligh, yakni menyampaikan atau meneruskan takbir imam melalui sistem pengeras suara dari makbariyah sehingga dapat didengar jemaah di Masjidil Haram.

Dikenal Lewat Azan Subuh

Sheikh Ibrahim dikenal luas karena lantunan azan Subuhnya. Ia lahir di Madinah dan dikenal memiliki suara merdu ketika mengumandangkan azan. Kiprahnya sebagai muazin kemudian membawanya dipercaya bertugas di Masjidil Haram.

Sejumlah sumber biografi yang beredar menyebut perjalanan Sheikh Ibrahim dalam dunia azan dimulai sejak usia muda. Ia disebut mulai mengumandangkan azan di masjid lingkungan tempat tinggalnya di Madinah ketika berusia sekitar 15 tahun.

Dalam perjalanan berikutnya, ia kembali aktif sebagai muazin dan kemudian dipercaya menjadi salah satu muazin Masjidil Haram pada sekitar 1439 Hijriah atau 2018. Rekaman dan arsip jadwal muazin Masjidil Haram juga menunjukkan namanya telah muncul dalam tugas azan sejak periode tersebut.

Pernah Menangis Saat Pertama Kali Azan di Masjidil Haram

Dalam wawancara sebelumnya, Sheikh Ibrahim pernah menceritakan pengalaman emosional ketika pertama kali mengumandangkan azan di Masjidil Haram.

Ia disebut menangis ketika melihat para jemaah melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah sembari mendengarkan suara azannya. Pengalaman tersebut menjadi salah satu kenangan yang paling dikenang dari perjalanan pengabdiannya sebagai muazin.

Dalam wawancara itu, Sheikh Ibrahim juga membahas perbedaan tradisi azan Madinah dan Makkah yang turut memengaruhi gaya lantunan azannya.

Latar belakangnya yang berasal dari Madinah membuatnya lekat dengan tradisi azan kota tersebut. Di sisi lain, perjalanan tugasnya di Makkah membuatnya menjadi bagian dari tradisi azan yang berkembang di Masjidil Haram.

Salah Satu Lantunan Terakhir Sebelum Wafat

Kabar wafat Sheikh Ibrahim menjadi semakin mengharukan karena pada hari yang sama rekaman suaranya masih terdengar dari Masjidil Haram.

Rekaman azan Subuh yang disebut berlangsung pada Senin dini hari kembali dibagikan di berbagai platform setelah kabar wafatnya menyebar. Sejumlah media Arab Saudi juga memberitakan bahwa suara Sheikh Ibrahim selama bertugas di Masjidil Haram kembali dikenang masyarakat melalui rekaman azan dan takbirnya.

Namun, belum ada keterangan resmi yang menyebut secara spesifik penyebab wafat Sheikh Ibrahim. Media Bernama melaporkan hingga berita tersebut diterbitkan belum ada keterangan rinci dari otoritas Saudi mengenai penyebab kematiannya.

Jejak rekaman azan dan takbirnya kini menjadi bagian dari kenangan jemaah terhadap Sheikh Ibrahim Al Madani, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu suara panggilan salat dari Masjidil Haram.

Kabar wafatnya juga mendapat perhatian luas di media sosial. Rekaman suara ketika mengumandangkan azan dan takbir kembali dibagikan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya di Masjidil Haram.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut