150 Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Wisata Ikonik Porak-Poranda dan 700 KK Mengungsi
LOMBOK, iNewsLombok.id - Duka mendalam menyelimuti Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah kebakaran hebat melanda kawasan wisata budaya tersebut pada Sabtu (22/8/2026) malam.
Sedikitnya 150 rumah adat Suku Sasak dilaporkan hangus terbakar. Musibah ini mengakibatkan sekitar 700 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber mata pencaharian, sehingga terpaksa mengungsi ke rumah sanak keluarga dan kerabat di luar kawasan kampung adat.
Pantauan di lokasi pada Minggu (23/8/2026) pagi memperlihatkan suasana memilukan. Asap masih mengepul dari puing-puing bangunan, sementara beberapa titik bara api masih terlihat menyala di antara reruntuhan rumah tradisional yang telah rata dengan tanah.
Aparat TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, serta warga setempat bergotong royong menyiram sisa-sisa bangunan untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah munculnya kebakaran susulan.
Di tengah puing yang menghitam, sejumlah warga tampak berusaha menyelamatkan perabot rumah tangga dan benda berharga yang masih tersisa.
“Kondisinya habis semua, tidak ada yang tersisa. Sekarang warga hanya bisa mencari barang-barang perabotan yang mungkin masih utuh,” ujar Emi, salah seorang warga terdampak di lokasi kejadian.
Seluruh keluarga terdampak kini mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat karena belum dapat kembali ke permukiman mereka. Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan darurat berupa kebutuhan pokok, pakaian, selimut, tenda pengungsian, hingga layanan kesehatan bagi para korban.
Selain bantuan kemanusiaan, masyarakat juga berharap adanya langkah cepat untuk memulihkan Kampung Adat Sade sebagai kawasan cagar budaya sekaligus destinasi wisata unggulan NTB.
Kampung Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata paling terkenal di Pulau Lombok. Perkampungan tradisional ini dikenal sebagai tempat tinggal masyarakat Suku Sasak yang masih mempertahankan arsitektur rumah berbahan bambu, kayu, ilalang, dan lantai tanah liat dengan tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Setiap tahun, kawasan ini menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengenal kehidupan adat Sasak, kerajinan tenun, hingga pertunjukan budaya lokal. Kebakaran ini bukan hanya menjadi tragedi kemanusiaan, tetapi juga kehilangan besar bagi warisan budaya NTB.
Hingga Minggu siang, pihak berwenang masih melakukan pendataan jumlah pasti korban dan nilai kerugian materiil. Posko darurat telah disiagakan di sekitar kawasan Kampung Adat Sade untuk mengoordinasikan penanganan pengungsi serta distribusi bantuan.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Warga diimbau tetap menjauhi area yang masih mengeluarkan asap demi menghindari risiko tertimpa reruntuhan maupun bara api yang belum sepenuhnya padam.
Editor: Purnawarman