get app
inews
Aa Text
Read Next : Bukit Sempana Sembalun Terbakar, 25 Pendaki Dievakuasi dari Kepungan Api

Karhutla Gunung Rinjani di Sembalun, 30 Hektare Lahan Terdampak

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:16 WIB
header img
Tim gabungan melakukan pemadaman dan penyisiran pascakebakaran hutan di kawasan Resor Sembalun, Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok Timur. Kebakaran menghanguskan sekitar 30 hektare lahan dan kini telah berhasil dikendalikan. (Foto: istimewa)

Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Otoritas terkait bersama pengelola kawasan TNGR masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber awal munculnya api.

Dalam operasi pemadaman, sebanyak 22 personel diterjunkan ke lokasi. Mereka berasal dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), warga sekitar, siswa praktik kerja lapangan Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA), Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Timur.

Tim gabungan melakukan pemantauan, pemadaman titik api, hingga koordinasi lintas instansi guna mempercepat penanganan di lapangan. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika kobaran api berhasil dikendalikan pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.

Setelah api dinyatakan terkendali, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemeriksaan ulang dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api maupun titik panas yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.

Saat ini, tim gabungan masih melaksanakan proses mopping up, yakni penyisiran dan pemadaman sisa material yang berpotensi kembali menyala. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kawasan benar-benar aman dan mencegah terjadinya kebakaran ulang.

Gunung Rinjani merupakan salah satu kawasan konservasi terpenting di Indonesia dengan luas lebih dari 41 ribu hektare.

Selain menjadi habitat berbagai flora dan fauna endemik, kawasan ini juga merupakan destinasi wisata pendakian favorit yang setiap tahun dikunjungi puluhan ribu wisatawan domestik maupun mancanegara.

Karena itu, ancaman kebakaran hutan menjadi perhatian serius mengingat dapat merusak ekosistem, vegetasi alami, serta mengganggu aktivitas wisata dan konservasi.

Memasuki musim kemarau, BNPB dan pengelola TNGR mengimbau masyarakat maupun pendaki untuk tidak menyalakan api sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut