Atlet Emas PORPROV Belum Aman ke PON 2028, KONI NTB Siapkan Seleksi Ketat
"Misalnya medali emas, idealnya peraih medali emas, perak, dan perunggu kita prioritaskan. Tapi nanti kita kembalikan ke pengurus provinsi cabang olahraganya," ujarnya.
Mori mengatakan setiap cabang olahraga memiliki tingkat persaingan dan peluang prestasi yang berbeda pada level nasional. Karena itu, KONI NTB memilih menerapkan strategi yang lebih selektif dengan hanya mengirim nomor pertandingan yang memiliki peluang menghasilkan medali.
Sebagai contoh, pada cabang olahraga pencak silat terdapat puluhan nomor pertandingan yang diperebutkan di tingkat nasional. Namun, menurutnya, NTB belum tentu memiliki atlet yang kompetitif di seluruh nomor tersebut.
"Kalau misalnya di cabang silat secara nasional ada 25 nomor pertandingan, NTB tidak kuat di semua nomor. Daripada kita kirim semua 25 nomor, lebih baik kita fokus pada atlet-atlet yang kemungkinan besar bisa meraih medali," jelasnya.
Dalam proses tersebut, KONI NTB juga akan memanfaatkan pendekatan Sports Intelligence, yakni pemetaan kekuatan lawan, analisis peluang, serta evaluasi tingkat persaingan di setiap nomor pertandingan.
Pendekatan itu dilakukan agar keputusan pengiriman atlet lebih objektif dan berbasis data.
"Kita akan cek bagaimana persaingan di kelas tertentu. Kalau ternyata ada juara Asian Games di sana, kalau kita maju juga bisa konyol. Jadi itu yang akan kita lihat," katanya.
Mori menjelaskan bahwa PORPROV XII NTB menjadi langkah awal untuk memetakan kualitas atlet daerah. Namun, seleksi akhir baru akan dilakukan setelah seluruh rangkaian PORPROV selesai.
"Seleksi final terkait dengan atlet-atlet ini akan kami lakukan setelah PORPROV," tegasnya.
Tahap pertama adalah menentukan cabang olahraga yang layak dipersiapkan menuju PON 2028. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Gubernur NTB agar daerah tidak mengirim seluruh cabang olahraga apabila peluang meraih prestasinya minim.
Ia mencontohkan cabang sepak bola wanita. Jika NTB belum memiliki kekuatan yang mampu bersaing di tingkat nasional, maka KONI tidak akan memaksakan keikutsertaan.
"Kalau NTB tidak punya sepak bola wanita, jangan kita paksa ikut. Jangankan dapat medali, mungkin penyisihan saja sudah kalah terus. Kita tidak akan kirim itu," ujarnya.
Setelah daftar cabang olahraga ditetapkan, proses berikutnya adalah memilih atlet terbaik berdasarkan berbagai indikator, mulai dari prestasi, performa terkini, usia, peluang meraih medali, hasil pemetaan lawan hingga rekomendasi dari masing-masing pengurus provinsi cabang olahraga.
"Jadi cabornya dulu, baru atletnya," kata Mori.
Ia menegaskan, medali emas PORPROV tetap memiliki nilai penting sebagai salah satu indikator prestasi. Namun, keberhasilan tersebut bukan tiket otomatis untuk tampil pada PON 2028 karena seluruh atlet tetap harus melewati proses seleksi yang objektif dan kompetitif
PON XXII dijadwalkan berlangsung pada 2028 dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah bersama. Karena berstatus tuan rumah, NTB menargetkan peningkatan prestasi dibandingkan PON sebelumnya.
KONI NTB pun mulai melakukan pemetaan kekuatan atlet sejak PORPROV XII 2026 agar pembinaan dapat dilakukan lebih terarah selama masa persiapan menuju pesta olahraga nasional tersebut.
Editor: Purnawarman