Empat Daerah Mundur, Porprov XII NTB 2026 Kini Hanya Digelar di Enam Wilayah
Dengan berkurangnya jumlah daerah penyelenggara, Kota Mataram akan menjadi pusat utama pelaksanaan Porprov XII NTB. Sebanyak 32 cabang olahraga (cabor) dijadwalkan berlangsung di berbagai venue yang tersebar di ibu kota provinsi tersebut.
Sementara itu, Kabupaten Lombok Tengah menjadi daerah dengan jumlah cabor terbanyak kedua, yakni 10 cabang olahraga. Kabupaten Lombok Barat akan menggelar tujuh cabor, sedangkan Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa Barat masing-masing menjadi lokasi pertandingan untuk tiga cabor.
Adapun Kabupaten Lombok Utara mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah untuk satu cabang olahraga.
Meski terjadi perubahan dalam distribusi venue, KONI NTB memastikan tujuan utama Porprov sebagai sarana pembinaan atlet dan simulasi penyelenggaraan event olahraga berskala besar tetap berjalan optimal.
Mori menegaskan bahwa enam daerah yang tetap menjadi tuan rumah akan dipersiapkan secara maksimal, baik dari sisi manajemen pertandingan, pengelolaan venue, pelayanan kontingen, hingga sistem transportasi.
"Perubahan ini memang di luar rencana awal, tetapi fokus kita tidak bergeser. Enam daerah yang tersisa ini akan kita gembleng penataan manajemennya agar standar penyelenggaraan kita tetap berada di level nasional saat menyambut PON dua tahun lagi," pungkas Mori penuh optimisme.
Selain menjadi ajang perebutan prestasi antar-daerah, Porprov XII NTB juga diharapkan menjadi wadah seleksi atlet potensial yang akan dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan nasional. Event ini memiliki peran strategis dalam mengukur kesiapan sumber daya olahraga NTB menjelang PON XXII 2028, yang diproyeksikan menjadi salah satu pesta olahraga terbesar yang pernah digelar di kawasan Indonesia Timur.
Porprov merupakan ajang olahraga multi-event terbesar di tingkat provinsi yang biasanya digelar setiap empat tahun sekali.
Hasil Porprov menjadi salah satu indikator pembinaan olahraga prestasi di daerah.
NTB tengah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah bersama PON XXII Tahun 2028 bersama NTT dan DKI Jakarta.
Simulasi pengelolaan venue, akomodasi atlet, transportasi, dan perangkat pertandingan menjadi bagian penting dalam persiapan menuju PON.
Konsentrasi venue di enam daerah diharapkan membuat penggunaan anggaran lebih efisien tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan.
Editor : Purnawarman