get app
inews
Aa Text
Read Next : Gubernur NTB Tak Jadi Caretaker KONI, 2 Calon TMS Bisa Bertarung Lagi

KONI NTB Cari Sponsor Tutupi Kekurangan Anggaran Porprov 2026 Rp5 M

Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:52 WIB
header img
Ketua KONI NTB Mori Hanafi. (Foto: iNewsLombok.id)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Di balik persiapan teknis Porprov 2026, KONI NTB masih menghadapi tantangan besar dalam aspek pembiayaan. Ketua KONI NTB Mori menyampaikan kebutuhan minimal penyelenggaraan Porprov 2026 diperkirakan mencapai Rp13,5 miliar.

Sementara dukungan anggaran dari APBD baru berada di angka sekitar Rp8,8 miliar. Artinya, masih terdapat selisih kebutuhan sekitar Rp5 miliar yang harus dipenuhi.

“Persoalan paling krusial saat ini adalah ketersediaan anggaran yang masih jauh dari memadai. Karena itu kami terus bekerja mencari sponsor agar kekurangan anggaran ini bisa ditutupi,” katanya.

Komponen terbesar anggaran berada pada sektor akomodasi dengan kebutuhan lebih dari Rp6 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan ribuan atlet, official, serta sekitar 600 hakim, wasit, dan juri selama pertandingan berlangsung.

Mori Hanafi, menyebut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 memiliki peran penting dalam membangun fondasi prestasi olahraga daerah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Menurutnya, Porprov NTB 2026 tidak sekadar menjadi kompetisi antar-atlet dari kabupaten/kota, tetapi juga menjadi wadah evaluasi pembinaan sekaligus proses awal pemetaan atlet yang diproyeksikan memperkuat kontingen NTB pada ajang nasional.

Jumlah peserta Porprov tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Total peserta tercatat hampir mencapai 6.100 orang yang terdiri dari sekitar 4.900 atlet serta lebih dari 1.000 official dari berbagai cabang olahraga.

Porprov NTB 2026 Jadi Laboratorium Atlet Menuju PON

Mori menjelaskan, peningkatan jumlah peserta tersebut merupakan bagian dari strategi KONI NTB dalam menyiapkan kekuatan olahraga daerah menghadapi PON 2028 yang akan berlangsung di NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Porprov sekarang ini memang persiapan kita untuk PON 2028. Dari sisi pemetaan, atlet-atlet yang nantinya akan bertanding di PON sudah mulai bisa kita identifikasi melalui Porprov ini,” ujar Mori saat memimpin Rapat Pemantapan Chef de Mission (CdM) Porprov NTB 2026 bersama KONI kabupaten/kota dan pengurus cabang olahraga di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (20/6/2026).

Ia menilai, Porprov menjadi sarana penting untuk mengukur kualitas pembinaan atlet di masing-masing daerah. Selain itu, ajang ini menjadi kesempatan bagi KONI untuk melihat potensi atlet muda yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan.

Dengan NTB menjadi salah satu tuan rumah PON 2028 bersama NTT, persiapan atlet menjadi salah satu prioritas agar daerah mampu bersaing dan tidak hanya sukses sebagai penyelenggara.

Atlet Berdomisili di NTB Diberi Ruang Membela Daerah

Dalam rapat persiapan tersebut, KONI NTB juga membahas persoalan status atlet yang selama ini menjadi perhatian, khususnya atlet yang telah bekerja dan menetap di NTB tetapi masih menggunakan identitas kependudukan dari daerah asal.

Hasil pembahasan menyepakati bahwa atlet yang memiliki bukti aktivitas profesional di NTB tetap dapat memperkuat daerah tempat mereka berkarier.

“Sepanjang yang bersangkutan memiliki surat keterangan kerja, baik sebagai anggota TNI, Polri, pegawai swasta maupun profesi lainnya yang menunjukkan telah bekerja di NTB, maka itu bisa menjadi dasar bahwa yang bersangkutan dapat mewakili daerah di NTB,” jelas Mori.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian bagi atlet sekaligus menjaga kualitas persaingan antar-kontingen kabupaten/kota.

Aeromodelling Jadi Salah Satu Cabor dengan Biaya Tinggi

Selain akomodasi, pembiayaan cabang olahraga juga menjadi perhatian KONI NTB. Mori menyebut aeromodelling termasuk cabang olahraga dengan kebutuhan anggaran terbesar.

Cabor tersebut membutuhkan dana sekitar Rp800 juta karena melibatkan biaya transportasi, perlengkapan pesawat, hingga kebutuhan teknis pertandingan.

Menurut Mori, aeromodelling tetap dipertandingkan karena memiliki kaitan langsung dengan persiapan NTB menuju PON 2028.

“Kita tidak mungkin mengabaikan aeromodelling karena aerosport akan dipertandingkan pada PON 2028 dan tuan rumahnya adalah NTB. Jadi ini harus mulai kita siapkan dari sekarang,” tegasnya.

KONI NTB Kejar Dukungan Dunia Usaha

Untuk memenuhi kebutuhan anggaran, KONI NTB terus membuka komunikasi dengan pihak swasta dan dunia usaha agar ikut berkontribusi mendukung pembinaan olahraga daerah.

Mori berharap perusahaan yang beroperasi di NTB maupun perusahaan nasional dapat kembali mengambil bagian dalam menyukseskan Porprov.

“Kami optimistis pelaksanaan Porprov tetap bisa berjalan dengan baik. Kami berharap dukungan sponsor dari perusahaan-perusahaan yang ada di NTB maupun nasional agar kekurangan anggaran ini bisa ditutupi,” ujarnya.

Porprov NTB 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem olahraga daerah, mulai dari pembinaan atlet usia muda, peningkatan kualitas kompetisi, hingga persiapan menghadapi PON 2028.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut