Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Masyarakat Dukung Keberlanjutan Operasional Smelter di Sumbawa Barat
Advertisement . Scroll to see content

Ekosistem Laut Sumbawa Barat Dinilai Tetap Terjaga, Akademisi Beberkan Faktanya

Sabtu, 18 April 2026 | 14:49 WIB
  • author Purnawarman
Ekosistem Laut Sumbawa Barat Dinilai Tetap Terjaga, Akademisi Beberkan Faktanya
Biota laut seperti udang dan kerang mampu beradaptasi dan tumbuh alami di area tailing laut dalam Sumbawa. (Foto: istimewa)

SUMBAWA, iNewsLombok.id - Sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi menyoroti hasil pemantauan ilmiah mengenai kondisi ekosistem laut dalam di wilayah Sumbawa Barat.

Kajian tersebut berasal dari Studi Rekolonisasi yang dilakukan di area operasional PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), yang menunjukkan adanya indikasi kuat kemampuan biota laut untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Penelitian ini difokuskan untuk menguji sejauh mana pemulihan alami ekosistem laut dapat berlangsung melalui pendekatan eksperimental.

Dalam prosesnya, tim peneliti menempatkan wadah terkontrol di dasar laut guna memantau respons organisme laut terhadap material tailings yang berada di kawasan tersebut.

Dr. M. Mukhlis Kamal dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan, program rekolonisasi bentos pada substrat tailing milik PT AMNT menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Dari sampel yang diamati, ditemukan berbagai organisme dasar perairan yang mulai tumbuh dan berkembang.

Ia menyebutkan bahwa keberadaan udang, cacing laut, hingga kerang muncul lebih cepat dibandingkan perkiraan awal penelitian. Kondisi ini menjadi indikator bahwa proses adaptasi biologis dan pemulihan alami komunitas bentos berjalan dengan baik.

“Dalam program rekolonisasi bentos di substrat tailing milik PT AMNT, hasil pengamatan menunjukkan ditemukannya berbagai organisme dasar perairan pada sampel yang diteliti. Kemunculan organisme seperti udang, cacing laut, dan kerang ternyata berlangsung lebih cepat dari perkiraan awal. Hal ini mengindikasikan bahwa proses adaptasi dan pemulihan alami komunitas bentos di atas substrat tailing berjalan dengan sangat baik,” jelas Mukhlis, Sabtu (18/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa hasil tersebut sejalan dengan studi serupa yang telah dilakukan AMMAN sebelumnya pada tahun 2002, 2005, dan 2009 di lokasi yang sama. Konsistensi data selama lebih dari 20 tahun ini dinilai menjadi dasar ilmiah yang kuat terkait kemampuan biota laut untuk kembali tumbuh secara alami.

Menurutnya, operasional AMMAN yang dijalankan dengan standar ketat memungkinkan organisme bentos tetap memiliki ruang untuk berkembang meski berada di atas lapisan endapan tailing.

Pandangan senada disampaikan Prof. Joni Safaat Adiansyah, Ph.D., akademisi lingkungan hidup dari Universitas Muhammadiyah Mataram. Ia menilai pendekatan berbasis pemantauan ilmiah sangat penting untuk memahami hubungan antara aktivitas industri dengan kondisi lingkungan sekitar.

“Data yang tersedia dapat menjadi salah satu referensi dalam menilai bagaimana pengelolaan lingkungan dilakukan serta dampaknya terhadap ekosistem. Perlindungan keanekaragaman hayati yang dijalankan perusahaan secara berkala merupakan langkah nyata dalam menjaga potensi ekonomi maritim bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk jangka panjang,” ujar Prof. Joni.

Kolaborasi Riset Lintas Institusi

Selain studi rekolonisasi, AMMAN juga secara rutin melaksanakan studi laut dalam atau deep sea study yang melibatkan berbagai lembaga dan institusi strategis nasional.

Program pemantauan ini menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pertahanan, hingga Politeknik Ahli Usaha Perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Keterlibatan berbagai pihak tersebut bertujuan memastikan seluruh proses pemantauan lingkungan, mulai dari pengambilan data, analisis laboratorium, hingga evaluasi akhir, berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan standar ilmiah internasional.

Kolaborasi antara dunia industri dan akademisi ini diharapkan terus menghasilkan data yang valid dan akurat, sehingga pengembangan industri pertambangan di Sumbawa Barat tetap dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Sinergi tersebut juga dinilai penting untuk memastikan bahwa potensi ekonomi maritim di Nusa Tenggara Barat tetap terlindungi bagi generasi mendatang, tanpa mengabaikan aspek konservasi lingkungan yang menjadi fondasi utama pembangunan berkelanjutan.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut