Dana Haji Rp180 Triliun, BPKH Jamin Aman dan Terukur
Dalam rangka meningkatkan transparansi, BPKH juga menghadirkan layanan digital melalui BPKH Apps. Aplikasi ini memungkinkan jemaah memantau langsung posisi dana, nilai manfaat, hingga antrean keberangkatan secara real-time.
“Kami ingin menghapus keraguan publik. Melalui aplikasi tersebut, setiap jemaah memiliki akses langsung terhadap hak keuangan mereka secara transparan dan real-time,” tambahnya.
Langkah digitalisasi ini dinilai penting untuk memperkuat akuntabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana haji nasional.
Selain menjaga likuiditas, BPKH juga mengoptimalkan investasi melalui instrumen seperti sukuk negara, deposito perbankan syariah, dan investasi langsung yang sesuai prinsip syariah. Strategi ini dinilai mampu menjaga stabilitas dana sekaligus memberikan imbal hasil yang kompetitif.
Sebagai tambahan, data menunjukkan bahwa rata-rata nilai manfaat yang dihasilkan BPKH dalam beberapa tahun terakhir berada di kisaran 6–7 persen per tahun, yang turut membantu menekan beban biaya haji jemaah Indonesia.
Kegiatan BPKH Connect di Mataram menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan haji di daerah. BPKH juga menggandeng media sebagai mitra untuk menyampaikan informasi yang akurat dan mencegah penyebaran hoaks terkait dana haji.
Dengan pengelolaan yang transparan dan berbasis prinsip syariah, BPKH optimistis dapat terus memperkuat sistem keuangan haji nasional yang berkelanjutan.
Editor : Purnawarman