get app
inews
Aa Text
Read Next : Hakim Dalami Dugaan Iming-Iming Rp2 Miliar di Persidangan, Ormas Harapkan Gubernur NTB Dihadirkan

Mahasiswa Ultimatum Gubernur NTB, Demo Berujung Saling Dorong Tuntut Perbaikan Jalan Soromandi Bima

Kamis, 30 April 2026 | 16:42 WIB
header img
HIMSI Ultimatum Gubernur NTB, Demo Berujung Saling Dorong. (Foto: iNewsLombok.id/Purnawarman)

LOMBOK, iNewsLombok.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Soromandi Mataram (HIMSI) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat di Mataram, Kamis (30/4/2026). Aksi tersebut sempat memanas hingga terjadi saling dorong dengan aparat Satpol PP setelah massa mencoba masuk ke area kantor gubernur.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketegangan terjadi setelah mahasiswa memberikan ultimatum selama 30 menit agar Gubernur NTB menemui mereka secara langsung. Namun, karena tidak ada respons sesuai harapan, massa mencoba menerobos pembatas yang dipasang di pintu masuk.

“Kami berikan waktu agar Gubernur NTB menemui kami. Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi,” tegas Hegel saat berorasi.

Aksi Memanas, Mahasiswa Paksa Masuk Area Kantor Gubernur

Situasi mulai tidak kondusif ketika mahasiswa berusaha membuka tali pembatas di gerbang selatan. Aksi dorong antara demonstran dan petugas tak terhindarkan. Meski demikian, aparat tetap berupaya mengendalikan massa agar tidak terjadi eskalasi lebih besar.

Mahasiswa menilai aksi ini merupakan puncak kekecewaan atas lambannya penanganan infrastruktur jalan di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Mereka mengaku telah melakukan berbagai upaya sebelumnya, termasuk aksi blokade jalan selama tiga hari.

“Hadirnya kami di sini tidak akan bisa dipukul mundur oleh siapapun,” ujar orator lainnya, Furkan.

Pemprov NTB Janjikan Jadwal Pertemuan dengan Gubernur

Untuk meredam situasi, perwakilan Pemerintah Provinsi NTB akhirnya menemui massa. Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pejabat, di antaranya Asisten I Setda NTB serta perwakilan dari Dinas PUPR.

Asisten III Setda NTB, Eva Dewiyani, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengupayakan pertemuan antara mahasiswa dengan Gubernur NTB dalam waktu dekat.

“Saya usahakan jadwalkan Senin,” ujarnya.

Empat Tuntutan Mahasiswa Soromandi

Dalam aksi tersebut, mahasiswa HIMSI membawa empat tuntutan utama terkait kondisi jalan rusak di Soromandi, yakni:

Mendesak penetapan status darurat infrastruktur jalan sepanjang 17–18 km di Soromandi dan memasukkannya sebagai prioritas dalam APBD Perubahan 2026.

Menuntut perbaikan fisik jalan dimulai maksimal tiga bulan tanpa proses berlarut seperti survei atau kajian.

Meminta transparansi data kerusakan jalan dan anggaran, termasuk perbedaan data panjang jalan rusak.

Mendesak evaluasi kinerja pemerintah serta pencopotan pejabat yang dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan.

Infrastruktur NTB Masih Jadi Sorotan

Berdasarkan data Dinas PUPR NTB (2025), total panjang jalan provinsi di NTB mencapai sekitar 1.700 km, dengan sebagian masih dalam kondisi rusak ringan hingga berat. Wilayah seperti Bima dan Dompu menjadi salah satu titik dengan tingkat kerusakan signifikan akibat faktor cuaca, beban kendaraan, dan minimnya pemeliharaan berkala.

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya distribusi hasil pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung daerah.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut