Dua Jamaah Haji Kloter I Lombok Timur Tertunda Berangkat, Masih Dirawat Intensif di RSUD NTB
Namun dari jumlah tersebut, dua orang harus ditunda keberangkatannya karena alasan kesehatan dan telah digantikan oleh jemaah cadangan sesuai prosedur yang berlaku.
“Dari jumlah tersebut, dua orang jamaah tidak dapat diberangkatkan karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan telah digantikan oleh jamaah lain,” ungkapnya.
Menurut data penyelenggaraan ibadah haji 2026, NTB kembali menjadi salah satu provinsi dengan jumlah jemaah haji terbesar di kawasan timur Indonesia.
Kabupaten Lombok Timur sendiri menjadi daerah penyumbang jemaah terbanyak setiap musim haji karena tingginya minat masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Pemerintah melalui Kementerian Agama dan Kementerian Haji terus memperketat pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan. Hal ini dilakukan agar seluruh jemaah yang berangkat benar-benar dalam kondisi sehat dan siap menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi yang membutuhkan stamina prima.
Selain pemeriksaan kesehatan, jemaah juga diwajibkan mengikuti manasik haji, vaksinasi meningitis, vaksin polio, hingga pemeriksaan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung.
Langkah ini dinilai penting mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi yang sering menjadi tantangan bagi jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Pihak rumah sakit memastikan dua jemaah yang masih dirawat akan terus dipantau secara intensif. Jika kondisi membaik dan dinyatakan layak terbang, mereka masih memiliki peluang diberangkatkan pada kloter berikutnya.
Keberangkatan haji tahun 2026 ini menjadi perhatian besar masyarakat NTB, khususnya Lombok Timur, karena tingginya antrean haji yang membuat banyak calon jemaah harus menunggu belasan hingga puluhan tahun.
Dengan adanya penggantian jemaah yang sakit, proses keberangkatan Kloter I tetap berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Editor : Purnawarman