get app
inews
Aa Text
Read Next : Kloter Perdana Haji 2026 Asal Lombok Terbang Mulus, 393 Jemaah Tiba Selamat di Madinah

Dua Jamaah Haji Kloter I Lombok Timur Tertunda Berangkat, Masih Dirawat Intensif di RSUD NTB

Rabu, 22 April 2026 | 18:53 WIB
header img
2 Jamaah haji Kloter I Lombok Timur tertunda berangkat ke Tanah Suci karena masih dirawat intensif di RSUD NTB. (Foto: Tangkapan Layar)

LOMBOK, iNewsLombok.id – Dua calon jamaah haji 2026 asal Kabupaten Lombok Timur yang tergabung dalam Kloter I embarkasi Lombok Timur dipastikan belum dapat berangkat ke Tanah Suci karena masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Provinsi NTB.

Direktur RSUD NTB, dr Asrul Sani, membenarkan bahwa dua jemaah tersebut saat ini masih berada dalam penanganan medis sehingga keberangkatannya harus ditunda sementara.

“Ada dua (jamaah Kloter 1 Lombok Timur.red) yang masih dirawat,” ungkapnya, Rabu (22/4/2026).

Keputusan penundaan keberangkatan ini dilakukan demi menjaga kondisi kesehatan jemaah agar tetap memenuhi syarat istitha’ah atau kemampuan fisik dan mental dalam menjalankan ibadah haji.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, H. Lalu Muhammad Amin, menjelaskan bahwa jumlah total jemaah haji pada Kloter I asal Kabupaten Lombok Timur tercatat sebanyak 393 orang.

Namun dari jumlah tersebut, dua orang harus ditunda keberangkatannya karena alasan kesehatan dan telah digantikan oleh jemaah cadangan sesuai prosedur yang berlaku.

“Dari jumlah tersebut, dua orang jamaah tidak dapat diberangkatkan karena sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan telah digantikan oleh jamaah lain,” ungkapnya.

Menurut data penyelenggaraan ibadah haji 2026, NTB kembali menjadi salah satu provinsi dengan jumlah jemaah haji terbesar di kawasan timur Indonesia.

Kabupaten Lombok Timur sendiri menjadi daerah penyumbang jemaah terbanyak setiap musim haji karena tingginya minat masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Pemerintah melalui Kementerian Agama dan Kementerian Haji terus memperketat pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan. Hal ini dilakukan agar seluruh jemaah yang berangkat benar-benar dalam kondisi sehat dan siap menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi yang membutuhkan stamina prima.

Selain pemeriksaan kesehatan, jemaah juga diwajibkan mengikuti manasik haji, vaksinasi meningitis, vaksin polio, hingga pemeriksaan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung.

Langkah ini dinilai penting mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi yang sering menjadi tantangan bagi jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Pihak rumah sakit memastikan dua jemaah yang masih dirawat akan terus dipantau secara intensif. Jika kondisi membaik dan dinyatakan layak terbang, mereka masih memiliki peluang diberangkatkan pada kloter berikutnya.

Keberangkatan haji tahun 2026 ini menjadi perhatian besar masyarakat NTB, khususnya Lombok Timur, karena tingginya antrean haji yang membuat banyak calon jemaah harus menunggu belasan hingga puluhan tahun.

Dengan adanya penggantian jemaah yang sakit, proses keberangkatan Kloter I tetap berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut