get app
inews
Aa Text
Read Next : Iran Sebut Trump Presiden AS Paling Bodoh: Israel atau Kami, Salah Satu Harus Hilang

Bantah Trump, Iran Sebut Komunikasi dengan AS Hanya Lewat Mediator

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:34 WIB
header img
Iran membantah klaim adanya negosiasi langsung dengan AS. (Foto: AP)

Iran bahkan memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur penting akan memicu konsekuensi serius dan respons cepat dari militernya.

Militer Iran Siaga Hadapi Ancaman

Dalam situasi yang semakin memanas, militer Iran disebut berada dalam kondisi siaga penuh. Negara itu menegaskan kesiapan untuk merespons setiap bentuk agresi, baik dari Amerika Serikat maupun Israel.

Langkah ini menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih jauh dari mereda, bahkan berpotensi meningkat jika tidak ada jalur diplomasi yang efektif.

Parlemen Iran: Negosiasi Tidak Rasional

Sementara itu, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menilai bahwa negosiasi dengan AS dalam kondisi saat ini tidak relevan.

"Negosiasi dalam kondisi saat ini tidak rasional. Musuh hanya memahami bahasa kekuatan dan rudal," tulis Rezaei di media sosial X.

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap keras dari sebagian elit politik Iran yang lebih mengedepankan pendekatan kekuatan dibandingkan diplomasi.

Hubungan Iran dan AS telah lama tegang sejak penarikan AS dari perjanjian nuklir JCPOA pada 2018, yang memicu sanksi ekonomi berat terhadap Iran.

Negara-negara seperti Oman, Qatar, dan Swiss sering berperan sebagai mediator dalam komunikasi tidak langsung antara kedua pihak.

Konflik terbaru di kawasan Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran global terhadap potensi perang yang lebih luas.

Pengamat menilai bahwa komunikasi tidak langsung menjadi satu-satunya jalur diplomasi yang masih terbuka di tengah ketegangan politik dan militer.

Pernyataan Iran yang membantah adanya negosiasi langsung dengan Amerika Serikat menegaskan bahwa hubungan kedua negara masih berada dalam fase sensitif. Meski komunikasi tetap berlangsung melalui mediator, perbedaan sikap dan meningkatnya ketegangan militer menjadi tantangan besar bagi upaya perdamaian di kawasan.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut