MBG di NTB, Dapur Harus Diawasi Ahli Gizi
“Program ini berfokus pada kelompok rentan yang masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan gizi. Melalui program MBG, pemerintah ingin memastikan bahwa kebutuhan gizi mereka dapat terpenuhi dengan baik, sehingga dapat mendukung tumbuh kembang yang optimal,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi yang baik sangat berkaitan dengan pencegahan stunting, peningkatan daya tahan tubuh, serta perkembangan kognitif anak.
Standar tersebut mencakup keseimbangan antara karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, sehingga makanan yang diberikan benar-benar mendukung kesehatan penerima manfaat.
Selain memberikan manfaat kesehatan, program MBG juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di daerah. Pemerintah mendorong penggunaan bahan pangan lokal dalam penyediaan menu makanan.
“Program MBG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal karena bahan baku yang digunakan diprioritaskan berasal dari produk-produk lokal,” ungkapnya.
Kebijakan ini membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, serta pelaku UMKM pangan untuk menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.
Melalui kegiatan sosialisasi yang terus digelar, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang. Dukungan masyarakat dinilai penting agar implementasi program MBG dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Program ini juga sejalan dengan berbagai agenda nasional di bidang kesehatan dan pendidikan yang menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat yang akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia. Selain untuk meningkatkan gizi masyarakat, program ini juga ditujukan untuk:
Menekan angka stunting pada anak
Mendukung konsentrasi belajar siswa di sekolah
Mendorong kemandirian pangan lokal
Menguatkan ketahanan pangan daerah
Dengan kombinasi manfaat kesehatan dan ekonomi, program ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan manusia Indonesia.
Editor : Purnawarman